Umum

3 Kabupaten di NTT Sukses Panen Padi


NTT
– Padi yang ditanam 4 Juli lalu di Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, kini berhasil dipanen sebanyak 2.300 hektar. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Yohanes Tay Rubadi Kupang, Senin (14/10). Gerakan Tanam Serentak Padi Sawah di tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menurutnya, cukup berhasil.

Gerakan Tanam Serentak di NTT Tahun 2013 dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni 1. 000 hektare padi di Manggarai Barat, 1. 000 hektare jagung di Timor Tengah Selatan dan 5. 000 hektare padi di Ngada.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT menunjukkan rata-rata produktivitas setiap hektare 10,4 ton gabah kering panen (GKP) atau setiap hektare menghasilkan 7,1 ton sampai 12,4 ton. Kegiatan panen raya Gerakan Tanam Serentak itu berlangsung di Lembor, Manggarai Barat, Provinsi NTT, Sabtu (12/10) hingga Minggu (13/10).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Manggarai Barat, Anggalinus Gapul, dalam laporannya menyebutkan, semula ditargetkan luas tanam serentak 1.000 hektare dengan produktivitas enam ton per hektare. Namun, petani setempat berhasil menanam padi di 2. 300 hektare dengan produktivitas 10,4 ton GKP per hektare.

Senada dengannya, Ketua Kontak Tani sekaligus Ketua Gabungan P3A Lembor, Mikael Kaus, bertekad melanjutkan tanam serentak hingga 5.000 hektare di lima daerah irigasi Lembor. Pihaknya meminta perhatian pemerintah untuk memperbaiki jaringan irigasi Lembor yang sudah berumur tua dan rusak, memperbaiki jalan, memberdayakan petani, serta menyediakan benih dan pupuk tepat waktu.

Sedangkan, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Udhoro Kasih Anggoro yang hadir saat panen raya menyatakan panen padi di musim kemarau di NTT ini memberikan optimisme pemenuhan keamanan pangan daerah dan nasional. “Kalau NTT saja yang disebut kering, bisa, mestinya provinsi lainnya lebih bisa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog NTT, Miftahul Adha menyatakan pihaknya siap membeli beras petani NTT dengan harga patokan pemerintah Rp 6.600 per kilogram. Hingga saat ini, Bulog telah membeli 11.800 ton dari target pembelian 15.000 ton pada tahun 2013. Dengan panen tersebut, Bulog optimistis akan melampaui target pembelian.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan