Moneter

AS memberikan hibah compact kepada Pemerintah Indonesia


Jakarta
– Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Millenium Challenge Corporation (MCC) memberikan hibah compact kepada Pemerintah Indonesia sebesar US$ 600 juta untuk periode 2013-2018.

“Total hibah sebanyak US$ 600 juta dollar selama 5 tahun,” ujar Communications Director Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia) Farah Amini saat ditemui di Jakarta, Jumat (18/10).

Farah menjelaskan, dana hibah ini bukanlah dana yang nantinya dikembalikan ke Pemerintah AS. Hibah tersebut merupakan komitmen AS untuk membantu Indonesia dengan pengawasan yang ketat.

“Kami diaudit cukup ketat baik dari internal maupun eksternal auditor. Kami juga diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi kami berusaha menjalankan dengan aturan-aturan yang disepakati mengenai bagaimana MCA-Indonesia ini mengelola hibah dari AS,” tambahnya.

Program compact terdiri dari proyek kemakmuran hijau (green prosperity), kesehatan dan gizi berbasis komunitas untuk mengurangi anak pendek (community based health and nutrition to reduce stunting) dan modernisasi pengadaan (procurement modernization).

Menurut Executive Director MCA-Indonesia, JW Saputro sebagian besar dana hibah akan digunakan untuk proyek kemakmuran hijau (green prosperity).

“US$ 600 juta dana hibah untuk tiga program yang terjaring yakni 10 persen untuk modernisasi pengadaan, 25 persen untuk nutrisi, dan 65 untuk green prosperity,” tambah Saputro.

Hibah compact merupakan tindak lanjut dari perjanjian kemitraan komprehensif antara pemerintah Indonesia dan AS yang akan dilaksanakan selama 5 tahun ke depan hingga 2018.

MCA-I sendiri merupakan lembaga wali amanat yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia sebagai pelaksana program hibah compact yang bertujuan untuk membantu mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan