Hukum

Kasus Akil Bisa Jerat Atut


Jakarta
– tertangkapnya Ketua MK, Akil Mochtar menurut Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto bisa saja berujung pada dijeratnya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Hanya saja, Agus mengatakan untuk bisa menjerat orang nomer satu di Banten tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menemukan bukti tambahan mengenai keterlibatan Atut dalam kasus korupsi yang telah menjerat adik kandungnya, Tubagus Chaery Wardana (TCW).

“KPK tinggal menemukan bukti-bukti tambahan dari pertemuan di Singapura dan di pesawat,” kata Agus ketika dihubungi, Sabtu (19/10).

Mengingat, lanjut Agus, sudah terbukti ada pertemuan antara Akil, Wawan dan Atut di Singapura. Sehingga, tinggal dikembangkan mengenai materi pertemuan tersebut.

“Kami berharap KPK bisa menelusuri lebih jauh. Ada upaya pertemuan di Singapura. Kemudian, menurunkan tim investigasi untuk menyidik. Sebab, saya khawatir upaya kesepakatan dilakukan di dalam pesawat,” ujar Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan ini adalah momentum yang tidak datang dua kali untuk menjerat Atut. Sebab, banyak kasus hukum yang diduga melibatkan Gubernur Banten tersebut.

“Momentum seperti ini tidak bisa datang dua kali. Kita berharap sampai menjerat pucuk pimpinan di Banten,” ungkap Agus.

Seperti diketahui, terkait kasus dugaan suap pilkada Lebak, KPK sudah memeriksa Atut sebagai saksi untuk tersangka STA (Susi Tur Andayani).

Atut memang diduga terkait dalam kasus yang telah menjerat Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan. Terbukti, sudah dicegah bepergian ke luar negeri.

Atut yang berasal dari Partai Golkar memang diduga mendukung Amir Hamzah dalam Pilkada Lebak yang diusung oleh Partai Golkar.

Kemudian, perkara suap yang diduga dilakukan STA dan TCW adalah terkait pengurusan pilkada Lebak yang dipermasalahkan di MK, terkait kemenangan Amir Hamzah dalam Pilkada Lebak tersebut.

Sementara itu, terkait pertemuan antara Atut, Akil dan Wawan memang diduga terjadi di Singapura.

Hal itu terlihat dari data, yaitu Ratu Atut ke Singapura pada tanggal 4-10 Maret 2013. Kemudian, tanggal 7 Maret, Akil terbang ke Singapura

Pada bulan Agustus 2013, Atut tercatat pergi ke Singapura pada tanggal 22-25. Disusul dengan Akil tanggal 22 Agustus 2013 dan baru kembali tanggal 23 Agustus.

Selanjutnya, pada bulan September 2013, Atut, Akil dan Wawan juga tercatat ke Singapura. Pada tanggal 20 September sampai 24 September, Wawan di Singapura. Kemudian, disusul Atut pada tanggal 21 September sampai 24 September dan Akil pada tanggal 21 September sampai 23 September.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan