Umum

Prabowo Ziarah ke Makam Sisingamangaraja XII


Sumut
– Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berziarah ke makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Sabtu.

“Saya merasa bangga dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk bisa berziarah ke Makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII,” kata Prabowo di Balige, Sabtu (19/10).

Mantan Danjen Kopassus itu menyebutkan, Raja Sisingamangaraja XII, adalah seorang pejuang nasional kebanggaan bangsa Indonesia.

Menurut Prabowo, dirinya sudah lama berkeinginan untuk berziarah ke makam yang terletak di desa Pagarbatu, berjarak sekitar tiga kilometer dari kota Balige, ibu kota Kabupaten Toba Samosir itu.

Di pelataran makam yang dilengkapi batu nisan bertulis “Makam Raja Sisingamangaraja XII, gugur pada 17 Juni 1907 di Dairi” itu, Probowo manabur bunga sebagai penghormatan sambil memanjatkan doa.

Dikatakannya, semangat dan jiwa kepahlawanan Sisingamangaraja XII patut diteladani.

Prabowo juga menyampaikan rasa hormat dan bangga atas kepahlawanan tokoh nasional tersebut kepada Raja Tonggo Sinambela yang merupakan Cucu Sisingamangaraja XII yang hadir pada saat itu.

“Pahlawan nasional besar yang telah menyumbangkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan kejayaan Indonesia sangat patut dihormati,” kata menantu mantan Presiden Indonesia Soeharto itu.

Silalahi (65), juru kunci makam pahlawan nasional itu menuturkan, Raja Sisingamangaraja XII, bergelar Ompu Pulo Batu merupakan seorang penguasa daerah Tapanuli pada akhir abad ke-19.

Sisingamangaraja XII wafat pada 17 Juni 1907 saat membela diri dari serangan pasukan Belanda.

“Kerajaan yang diwarisi dari leluhurnya bukanlah sebuah kerajaan dalam pengertian umum. Secara politik beliau hanyalah raja di negerinya sendiri Bakkara, dan dikenal sebagai Raja Orang Batak. Makam ini dipindahkan dari Tarutung,” tuturnya.

Raja ini, kata Silalahi, memegang jabatan sebagai Imam agama Parmalim, kepercayaan orang Batak di zamannya.

“Gelar Singamangaraja merupakan gelar kelompok turun temurun yang memiliki keistimewaan ‘sahala’ (wibawa). Karena keistimewaan dan kearifan yang dimiliki secara turun temurun, mereka sangat dihormati,” sebutnya. Ant

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan