alt
Tarif Dasar Listrik naik, Rakyat menjerit

Kapitalisme, Liberalisme, Hukum, Kekacauan.

alt
Surat dari Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono, Deklarator Ganaspati.

Dalam alam liberalisme seperti sekarang ini, Partai Rakyat Demokratik (PRD) menilai hukum seolah-olah menjadi dasar utama yang mengatur setiap persoalan yang muncul. Bahkan, memiliki otoritas penuh untuk mengambil keputusan fundamental, UU pun bisa diveto oleh lembaga hukum (MK) ini.

dalam alam kapitalisme, liberalisme, UUD disusun untuk melindungi kepentingan kapital, di atas slogan kebebasan serta persamaan hak. Yakni Negara adalah legislatif, yudikatif dan eksekutif dengan segala perangkatnya, hanya berfungsi sebagai penjaga malam, Jika kemudian terjadi gesekan, termasuk di dalam perangkat hukum maupun pihak yang menerima konskuensi hukum, bisa diartikan adanya pertarungan serta persaingan antar para penguasa kapital untuk melindungi kepentingannya. Jadi kekacauan demi kekacauan akan terus terjadi dan tidak bisa dielakkan,” tegas dia.

,di atas ribut, hiruk pikuk, gontok-gontokan, memperebutkan posisi untuk mengamankan kapital, di bawah rakyat membanting tulang agar bisa tetap hidup. Sangat dimengerti mengapa pada tahun 1959, liberalisme ini dikubur melalui Dekrit, selain bertentangan dengan filosofi Pancasila dan cita-cita Proklamasi 1945, juga berakibat sumber daya alam hanya dikuasai segelintir orang, tersingkirnya bangsa Indonesia dari kehidupan, terjadinya kekacauan demi kekacauan, semua itu dengan mengatasnamakan HUKUM.

Liberalisme secara de facto telah melikuidasi Indonesia sebagai negara, karena penguasa sesungguhnya adalah Kapitalis dan Imperialis.

Namun Indonesia memilik Pilihan yakni menghentikan kapitalisme, imperialisme, liberalisme, dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai tuan atas tanah air beserta sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. PRD akan terus melanjutkan penghancuran sampai alam liberalisme Indonesia benar-benar bubar.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan