Sains

LIPI Akan Gelar IPTEKIN Nasional III


Jakarta
-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berusaha mendorong industri-industri di Indonesia untuk menggenjot riset dan pengembangan dalam praktik industrinya. diharapkan Inovasi dalam industrialisasi ini diyakini akan meningkatkan daya saing produk.

Selaras dengan itu, LIPI pun mewujudkannya melalui pemberian LIPI Science-Based Industrial Innovation Award yang pertama kalinya dalam Forum Tahunan Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (IPTEKIN) Nasional III.

Forum ini bertema “Mengurai Stagnasi Inovasi Berbasis Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Indonesia”. Penganugerahan LIPI Science-Based Industrial Innovation Award merupakan salah satu bagian penting acara ini. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang aktif melakukan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan melalui award ini LIPI ingin mempromosikan kepada industri, pemerintah, masyarakat luas akan pentingnya inovasi berbasis penelitian ilmiah guna membangun daya saing industri nasional.

“LIPI juga ingin menunjukkan apresiasi setinggi-tingginya kepada industri yang telah menjadi pelopor dalam melakukan inovasi berbasis penelitian ilmiah,” katanya dalam keterangan tertulis LIPI baru-baru ini.

Menurut Lukman, LIPI perlu menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa negeri ini memiliki industri-industri pelopor, bukan hanya sekedar tukang jahit semata.

“Mereka (kalangan industri) bisa menjadi role model tentang bagaimana membangun daya saing dan menghadapi persaingan dengan cara yang lebih cerdas, yakni cara yang berbasis penelitian ilmiah,” ucapnya.

Sebab lanjutnya, kegiatan penelitian ilmiah selama ini dianggap sebagai urusan perguruan tinggi atau lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), yang terlalu berisiko atau boros jika dilakukan oleh industri. Padahal, inovasi yang memiliki nilai tambah dan berdampak paling besar pada daya saing adalah inovasi yang digali dari hasil-hasil penelitian ilmiah.

Kepala Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) LIPI Husein Avicenna Akil pun menambahkan selama ini industri merasa trauma untuk melakukan riset dan pengembangan. Faktor pemicunya banyak mulai dari mahalnya biaya riset dan pengembangan serta banyak sumber daya manusia yang perlu dipersiapkan.

“Kita lihat di negara-negara lain swasta lebih banyak berperan dalam dana riset dan pengembangan,” ungkapnya ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (12/10).

Oleh karena itu lanjutnya, LIPI ingin mendorong agar industri memperhatikan riset dan pengembangan, bisa saja melalui inovasi produk sehingga bisa diterima masyarakat. Pemerintah pun diingatkan untuk memberi perhatian khusus bagi industri yang melakukan riset dan pengembangan seperti memberikan insentif.

Penghargaan bagi industri ini pun ke depan akan menjadi salah satu agenda tahunan dari LIPI. Saat ini, lembaga penelitian tertua tersebut sudah memiliki Penghargaan Sarwono Prawirohardjo untuk individu yang berjasa dalam pengembangan Iptek, juga kompetisi ilmiah untuk tingkat sekolah dan perguruan tinggi.

Penghargaan ini akan memberikan posisi yang tawar tinggi untuk perusahaan. Penyelenggaraan penghargaan pun akan dirancang digelar dua tahunan sekali.

Setelah menempuh seleksi ketat para juri, penghargaan LIPI Science-Based Industrial Innovation Award kategri life science diberikan kepada PT Kalbe Farma Tbk dan kategori physical science kepada PT Inter Aneka Lestari Kimia.

Kategori life science meliputi perusahaan-perusahaan yang berasal dari sektor farmasi, bioteknologi, biologi, kosmetika dan agroindustri. Sedangkan untuk kategori physical science meliputi perusahaan-perusahaan yang berasal dari sektor kimia, mikroelektronika, energi, telekomunikasi, transportasi, mesin, peralatan, besi dan baja.

Sementara itu, Husein mengungkapkan untuk Forum IPTEKIN Nasional III yang diselenggarakan oleh LIPI melalui Pappiptek merupakan ajang yang digelar dengan peserta yang terdiri dari peneliti, akademisi, praktisi, dan unsur pemerintahan terutama Bappenas, Kementerian Riset dan Teknologi, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan