alt
Pendidikan

Beasiswa Belum Mampu Putuskan Mata Rantai Kemiskinan

altJakarta (MediaNusantara.co) – Menteri pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan ada banyak cara untuk memutus mata rantai kemiskinan, salah satunya melalui beasiswa untuk meningkatkan akses bagi pelajar dan mahasiswa meraih kualitas terbaik dalam pendidikan.

“Kalau ada beberapa sarana yang dapat memutus mata rantai kemiskinan, maka hanya pendidikanlah yang terbaik dan paling terhormat. Ada berbagai bentuk seperti pemberian beasiswa, BOS, dan sebagainya,” kata Mohammad Nuh saat memberikan sambuatan pada acara National Champion Scholarship dan penandatanganan kerja sama Tanoto Foundation dengan 9 perguruan tinggi ternama yang menjadi mitranya, di Jakarta, Senin.

Dikatakannya bahwa program Beasiswa Tanoto Foundation, selain mendukung penuh dunia pendidikan nasional, juga telah meningkatkan akses bagi para pelajar dan mahasiswa untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Program beasiswa yang diberikan Tanoto Foundation sejalan dan mendukung apa yang menjadi program di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami berharap, pada tahun-tahun mendatang jumlah siswa dan mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Tanoto Foundation terus meningkat dan bagi pelajar serta mahasiswa yang menerimanya agar bisa memanfaatkan dengan baik untuk mencapai cita-cita sehingga kelak di kemudian hari mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Lebih lanjut Mohammad Nuh mengatakan saat ini Kemdikbud telah menyalurkan beasiswa, antara lain melalui program Bidik Misi, kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Msikin (BSM), dan sebagainya yang bertujuan agar semua anak-anak Indonesia berkesempatan masuk dalam sistem pendidikan.

Sementara itu, anggota Board of Trustees Tanoto Foundation Imelda Tanoto dalam sambutannya mengatakan,Imelda Tanoto Program National Champion Scholarship merupakan upaya Tanoto Founation dalam mendukung program nasional di bidang akses ke pendidikan dengan memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan memiliki potensi kepemimpinan, tapi memiliki keterbatasan finansial.

“Dari tahun 2006 hingga saat ini, setidaknya sudah ada 3.000 lebih mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra yang telah resmi menjadi keluarga besar Tanoto Foundation,” tambahnya.

Dikatakan, dalam upaya mencapai kebangkitan generasi emas Indonesia, program beasiswa Tanoto Foundation juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan pembekalan, sperti pelatihan berbagai soft skill dan serangkaian kegiatan yang mengajarkan nilai juang serta semangat pantang menyerah. Tujuannya, agar generasi emas juga melahirkan pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh.

Dalam kesempatan penyerahan beasiswa untuk 230 mahasiswa, juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Tanoto Foundation dengan sembilan perguruan tinggi mitra, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia (UI), Universitas Jambi, Universitas Mulawarman, Universitas Riau dan Universitas Sumatera utara (USU).

Acara penandatanganan dilakukan oleh Ketua Pengurus Tanoto Foundation Sihol Aritonang bersama perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi dengan disaksikan oleh Muhammad Nuh dan anggota Board of Trustees Tanoto Foundation. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan