alt
Umum

Hujan Buatan Belum Mampu Atasi Kebakaran Lahan Kalteng

altPalangka Raya (MediaNusantara.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya menyatakan bahwa derasnya hujan buatan, Minggu (20/10) malam, belum sepenuhnya mampu mengatasi kebakaran lahan di wilayah setempat.

“Curah hujan tersebut belum sebanding dengan wilayah timur barat dan utara Kalimantan Tengah karena intensitas sedang,” kata Kepala BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya Hidayat, Senin.

Ia mengatakan Wilayah selatan yang meliputi Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau dan Gunung Mas, sedangkan wilayah Timur meliputi kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan.

Kemudian, wilayah barat meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara serta wilayah utara meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur.

“Palangka Raya masuk wilayah tengah, makanya terkadang hujan dan terkadang kering. Jadi hujan itu belum dapat dipastikan mampu memadamkan sehingga perlu didukung tim di lapangan,” kata Hidayat.

Curah hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir, tidak mampu memadamkan kebakaran hutan lahan. Intensitas curah hujan yang mampu memadamkan api minimal turun hanya sebanyak 100 liter air atau dalam kategori hujan lebat.

Sementara jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, kata Hidayat, sampai saat ini tidak mengganggu jadwal penerbangan. Sebab, siang hari sekitar 4000 sampai 5000 meter dan pagi hari hingga pukul 06.00 WIB jarak pandang hanya 500 meter.

“Kalau ingin tidak ada kebakaran lahan, ya jangan menunggu atau terlalu mengharapkan hujan. Tetap diperlukan tim di lapangan untuk mengecek kondisi lahan masyarakat,” kata Kepala BMKG Palangka Raya itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, Mugeni mengatakan hujan yang terjadi pada Minggu (20/10) malam di Palangka Raya, hanya mampu memadamkan sejumlah titik api di wilayah tersebut.

“Hujan buatan terus disemai di atas Palangka Raya dan Kapuas. Hujan buatan hingga 30 Oktober mendatang. Karena di Kabupaten Pulang Pisau masih terpantau beberapa titik api,” demikian Mugeni. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan