Makro

Kemenakertrans Minta Freeport Selalu Berdialog dengan Pekerja


Jakarta
– Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) meminta manajemen PT Freeport Indonesia (PT FI) dan Pengurus Unit Kerja-Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPKEP SPSI) untuk senantiasa melakukan dialog, menggalang kebersamaan dan kerja sama yang terbaik dan menyerap aspirasi baik karyawan.

Demikian dikatakan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irianto Simbolon, dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-18 untuk periode 2013-2015 di Jakarta, Selasa (22/10).

PT FI dan Pengurus Unit Kerja-Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPKEP SPSI) PT FI secara telah resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-18 untuk periode 2013-2015 di Jakarta, Selasa (22/10).

Penandatanganan PKB ini dilakukan Presiden Direktur PT FI, Rozik B Soetjipto dan Ketua Serikat Pekerja PT FI, Sudiro, dan disaksikan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irianto Simbolon.

Irianto mengatakan, serikat pekerja dengan pengusaha agar menjalin komunikasi yang baik agar semua masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan damai bukan dengan mogok kerja dan demonstrasi. “Sehingga upaya untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dalam peningkatan produktivitas dapat diwujudkan,” kata Irianto.

Irianto mengatakan, fungsi dan peranan PKB sebagai modal dalam membangun fondasi hubungan industrial yang sehat. “PKB merupakan salah satu sarana hubungan industrial yang sangat strategis di perusahaan untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan kesejahteraan pekerja serta kelangsungan usaha,” tegas Irianto.

Rozik B Soetjipto dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan ini mencerminkan secara resmi telah selesainya perundingan antara kedua belah pihak yang sebelumnya telah mencapai kesepakatan prinsipil pada mayoritas aspek-aspek substansial pada awal bulan ini.

Kedua pihak telah menyepakati seluruh aspek-aspek substansial yang diatur dalam dokumen PKB ini, termasuk perihal persentase peningkatan upah pokok para pekerja. Hal lain yang juga telah disepakati adalah untuk meningkatkan aspek pensiun dan beberapa aspek manfaat lainnya. Aspek lain yang juga diatur dalam PKB ini adalah mengenai ketentuan kerja dan hubungan industrial. “Selanjutnya, PTFI dan Serikat Pekerja PTFI telah bersepakat untuk terus melakukan komunikasi secara berkala dan terbuka serta mencari solusi terbaik agar tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif bagi semua pekerja,” ujar Rozik sambil menambahkan apresiasiyang setingginya kepada seluruh pekerja PTFI, masyarakat lokal serta segenap jajaran Pemerintah Republik Indonesia.

Penandatanganan PKB ini adalah bagian penting yang dapat semakin memperkuat kesatuan dan semangat kebersamaan dalam perusahaan. Kesepakatan ini juga mencerminkan bahwa pihak manajemen dan serikat pekerja telah berhasil menemukan kesepahaman mengenai solusi terbaik untuk kesejahteraan para pekerja dan kegiatan operasional PT FI.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan