Hukum

ICW Laporkan Eks Walikota Samarinda


Samarinda
– staf Divisi Investigasi dan Publikasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Lais Abid mengungkapkan bahwa ICW kembali melaporkan kasus dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini yang menjadi tertuduh adalah mantan Wali Kota Samarinda berinisial AA dan mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Samarinda, RAR. Laporan yang didaftarkan tanggal 5 Mei 2013 dengan nomor agenda 2013-06-000067 dan nomor informasi 61139 diterima dan ditanda tangani oleh Sugeng Basuki, salah satu staf KPK

Hal itu dipaparkan Lais Abis, pada diskusi media dan ICW di Kantor LKBN Antara (25/10/2013). Menurut Lais, AA dan RAR diduga melakukan kejahatan korporasi saat memberikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke perusahaan Graha Benua Etam (GBE). Laporan tersebut dilengkapi sejumlah bukti berupa dua lembar cek dengan nilai masing-masing Rp 2 miliar yang ditandatangani pihak GBE RAR.

“Sejak beberapa waktu lalu, kami sudah melaporkan AA dan RAR ke KPK. Kami berharap kasus ini ditindaklanjuti oleh KPK. Pasalnya, dari investigasi yang kami lakukan, ada keterkaitan dengan mantan Wali Kota Samarinda,” terangnya 

“Awalnya, ICW menemukan bukti cek yang diberikan pimpinan GBE kepada RAR. Cek tersebut kemudian ditelusuri dan ditemukan adanya dugaan gratifikasi,” bebernya.

Pihaknya, lanjut Lais, berhasil mengumpulkan bukti dugaan korupsi eks Walikota Samarinda tersebut berkat kerjasama dengan Non Government Organization (NGO) lokal untuk melakukan investigasi tersebut. Tak disangka, berdasarkan sejumlah petunjuk dari hasil investigasi dokumen dan wawancara ke sejumlah orang, ada indikasi jika Wali Kota saat itu juga mendapat kucuran gratifikasi.

Rais memaparkan bahwa dugaan gratifikasi itu dilakukan pada tahun 2009 menjelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur dan AA ikut mencalonkan diri. Dana tersebut digunakan untuk dana kampanye Pilgub Kaltim 2009 juga menguat.

“Di cek tersebut memang hanya tertulis untuk RAR dengan keterangan uang muka pemberian izin tambang. Namun setelah ditelusuri ada dugaan keterlibatan AA. Mudah-mudahan KPK segera memproses laporan kami,” pungkas Lais.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan