Bisnis

IHSG Melemah 14 Poin


Jakarta
– Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (25/10) ditutup melemah 14 poin (-0,30 persen) ke level 4.580,85 dengan jumlah transaksi 9,9 juta lot setara Rp 5,9 triliun. Pelemahan indeks terjadi saat bursa regional berguguran.

Dibanding bursa lain, koreksi IHSG merupakan yang terendah. Indeks komposit Shanghai anjlok 31,37 poin (1,45 persen) ke posisi 2.132,96, indeks Hang Seng melemah 137,48 poin (0,60 persen) ke level 22.698,34, indeks Nikkei 225 turun 398,22 poin (2,75 persen) ke posisi 14.088,19, dan indeks Straits Times melemah 11,78 poin (0,37 persen) ke level 3.206,17.

Sepanjang perdagangan, investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp 133 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing, antara lain PGAS, ADRO, TLKM, ASII, dan JSMR. Sebanyak 108 saham menguat, 127 saham melemah, 118 saham stagnan, dan 131 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Sektor agribisnis melemah (0,73 persen), sektor industri dasar turun 1,02 persen, sektor properti dan konstruksi terkoreksi 0,04 persen, sektor konsumsi naik 0,02 persen, sektor keuangan menguat 0,27 persen, sektor infrastruktur melemah 1,99 persen, sektor pertambangan turun 0,64 persen, sektor perdagangan naik 0,41 persen, dan sektor industri aneka menguat 0,03 persen.

Saham-saham yang menempati top gainers, di antaranya BBRI (+1,20 persen), LPPF (+4,84 persen), BBNI (+1,59 persen), BBCA (+0,47 persen), dan ICBP (+1,36 persen). Adapun saham-saham yang menempati top losers, antara lain TLKM (-2,25 persen), PGAS (-3,40 persen), CPIN (-4,35 persen), MAYA (-22,82 persen), dan EXCL (-2,76 persen).

Secara teknikal, koreksi IHSG merupakan konsolidasi dalam rentang pendek. Indeks tetap mencoba mendekati trend resistance pada level 4.700. Kendati stochastic dan MACD masih uptrend, PSAR belum memberikan sinyal uptrend.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan