Makro

Investasi Pariwisata Meningkat 210%


Jakarta
– Realisasi investasi pariwisata di Indonesia pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 210 persen jika dibandingkan dengan tahun 2011, dengan nilai total sebesar US$ 869,8 Juta. Sumber investasi terbesar bersumber dari penanaman modal asing.

Investor asing yang berinvestasi di Indonesia didominasi oleh investor yang berasal dari Singapura, dengan total nilai sebesar US$ 538,177 Juta, atau sekitar 61.8 persen dari nilai total keseluruhan investasi asing. Hal ini menunjukan peran penting investor dari Singapura dalam investasi pariwisata di Indonesia. Data menunjukan bahwa sumber pendanaan dan keuangan yang dimiliki oleh investor Singapura berasal dari seluruh dunia yang berpusat di Singapura.

Berdasar kepada data tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia mengambil peranan penting sebagai platinum sponsor pada kegiatan Asia Pacific Tourism Destination Investment Conference (APTDI) 2013 di Singapura, dimana Ibu Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu pembicara yang membahas mengenai isu Public Private Partnership, seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Indonesia Investment Promotion Centre dan Kedutaan Singapura di Indonesia, dan didampingi oleh lima pengembang kawasan pariwisata di Indonesia, yakni PT. Bali Tourism Development Corporation, pengembang Mandalika Resort Lombok; PT. Banten West Java, pengembang Tanjung Lesung Resort; PT. Teluk Mekaki Indah, pengembang Teluk Mekaki Resort Lombok; PT Eco Solutions Lombok, pengembang Tanjung Ringgit Lombok; dan PT. Bali Turtle Island Development, telah melaksanakan Brunch Business Meeting pada tanggal 23 Oktober 2013, di Pan Pacific Hotel Singapura, dengan tujuan untuk mempresentasikan mengenai prospek investasi pariwisata di Indonesia.

Brunch Business Meeting tersebut dihadiri lima kelompok investor, yaitu investor di bidang pengembang properti, seperti The Far East Singapore, salah satu pengembang property terbesar di Singapura; investor di bidang transportasi, seperti Marina Bay Serviced Residence; investor di bidang hotel dan resort, seperti Banyan Tree dan chained international hotels, The Intercontinental Hotels Group; asosiasi bisnis, yaitu Business Indonesia-Singapore Association dan International Enterprises Singapura; dan networking investasi lainnya yang terdiri dari investor dari berbagai bidang yang tertarik untuk berinvestasi dalam bidang pariwisata di Indonesia.

“Kami harapkan melalui Brunch Business Meeting, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat menyebarkan informasi mengenai prospek investasi pariwisata dan dapat menarik lebih banyak investor asing ke Indonesia, dengan harapan agar dapat mengembangkan sektor pariwisata di luar Pulau Bali dan meningkatkan realisasi investasi pariwisata di Indonesia,” ujar Mari Elka Pangestu.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan