Umum

10.000 Pelari Ramaikan JakMar


Jakarta
– Lebih dari 10.000 pelari hari ini, Minggu (27/10) rela berkumpul di Silang Barat Daya Monas sejak pukul 04.00 WIB. Mereka adalah para peserta Jakarta Marathon, gelaran marathon level internasional yang pertama kalinya digelar di ibukota.

Puluh ribuan pelari itu ambil bagian dalam lima kategori: marathon (42,195 km), half-marathon (21 km), 10K (10 km), 5K (5 km), dan maratoonz (anak-anak 1,3 km).

Pelari marathon dan half-marathon memulai lomba pada pukul 05.00 WIB, sedangkan 10K dan 5K pukul 05.15 WIB. Terakhir maratoonz dimulai pukul 08.00 WIB.

Selain peserta umum, JakMar 2013 juga menghadirkan 16 pelari elit dunia (11 pria dan lima wanita).

Beberapa nama yang ambil bagian antara lain, Geneti Markos asal Ethiopia dengan catatan waktu terbaik 2 jam 4 menit 54 detik, Negesse Endeshaw (Ethiopia, 2 jam 4 menit 52 detik), dan Chepkemoi Diana (Kenya, 2 jam 26 menit 52 detik).

Membawa semangat kesetaraan, JakMar 2013 juga diikuti pelari berkursi roda. Rencananya, JakMar 2013 digunakan sebagai pijakan awal untuk bisa masuk ke World Marathon Series.

“Kita akan lihat efeknya kepada kota Jakarta. Bisa untuk semuanya, untuk mengenalkan Jakarta. Akan kita lihat ini jadi pemicu. Semoga bisa terus rutin. Nanti terus dievaluasi,” ucap Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang hadir pada pukul 05.25 WIB.

JakMar 2013 memakai sistem check point untuk mengecek rute tiap peserta. Juga ada titik-titik rehidrasi tiap 2,5 km di mana disediakan air minum untuk para pelari. Disediakan pula 29 ambulans dengan tenaga medis yang bersiaga jika terjadi hal-hal tak terduga.

Pemenang marathon kategori terbuka berhak mendapatkan hadiah US$ 40.000 (pertama), US$ 20.000 (kedua), dan US$ 12.000 (ketiga). Khusus untuk pelari Indonesia, disediakan hadiah khusus pula, yaitu US$ 5.000 (pertama), US$ 3.000 (kedua), dan US$ 2.000 (ketiga).

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan