Umum

SBY : BuruhJangan Kontraproduktif


Jakarta
– Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengungkapkan, Presiden SBY telah menginstruksikan Menko Polhukam Djoko Suyanto berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar untuk mengelola dengan baik rangkaian aksi buruh, yang akan berlangsung selama tiga hari.

“Persoalan buruh harus dikelola dan difasilitasi dengan baik. Jangan sampai aksi buruh menjadi kontraproduktif,” kata Julian di Jakarta, Senin (28/10).

Presiden SBY –seperti diungkap Julian– mengatakan, persoalan buruh yang menjadi domain Menakertrans Muhaimin Iskandar seharusnya dapat diselesaikan dengan baik jika ada kesesuaian pendapat di antara semua pihak. Baik buruh maupun pengusaha memiliki kesamaan persepsi dan tidak saling mengancam satu sama lain.

“Jangan sampai aksi buruh mengganggu perekonomian kita. Aksi demo jangan sampai merugikan masyarakat,” ujar dia.

Dikatakan, sebagai negara demokrasi, pemerintah mempersilakan buruh menyampaikan aspirasinya sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Bahkan, Presiden SBY di berbagai kesempatan, berulang kali menekankan pentingnya mengedepankan dialog untuk menemukan solusi terbaik antara pengusaha dan kalangan buruh, khususnya terkait pengupahan. Sebab, lanjutnya, demonstrasi dan aksi mogok sangat mengganggu stabilitas ekonomi.

“Menko Polhukam dan Menakertrans sudah berkoordinasi untuk mencari jalan keluar,” kata Julian.

Menurut rencana, aksi mogok nasional akan dilakukan pada 31 Oktober-1 November 2013. Prakondisi pemogokan mulai dilakukan pada 28-30 Oktober di masing-masing daerah. Aksi mogok nasional tersebut, menurut inisiatornya, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), akan berdampak pada pelabuhan, pusat-pusat industri dan produksi, serta bandara.

Sejumlah kawasan industri yang menjadi lokasi aksi mogok nasional adalah Kawasan Industri Pulogadung, Sunter, KBN Cakung, Tanjung Priok, yang akan diikuti oleh 300 ribu buruh. Di Bekasi, kawasan industri Delta Silicon, Ejip Cikarang, Tambun-Karawang, Lippo, MN 2100 Cibitung, diikuti oleh 500 ribu buruh. Lalu, 11 kawasan industri di Karawang, Purwakarta, Subang, dan 5-6 kawasan industri di Medan.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan