alt
Umum

Pemprov Jatim Buka Posko Pengaduan Pungli

altSurabaya (MediaNusantara.co) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membuka posko pengaduan pungutan liar yang dikeluhkan dan membuat resah kalangan pengusaha di provinsi ini.

“Ini sekarang yang sedang kami tangani. Dari penelusuran, pengusaha mengeluhkan soal pungutan liar. Bahkan informasinya pungutan liar mencapai 24 persen dari biaya produksi,” kata Gubernur Jatim Soekarwo kepada wartawan, di Surabaya, Rabu.

Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan keberadaannya dan telah memerintahkan Asisten IV Setdaprov Jatim Ahmad Sukardi untuk membuka posko pengaduan.

“Silakan melapor bagi siapa saja yang merasa ditarik pungutan liar. Jika terbukti ada oknum pegawai, pasti ditindak tegas. Tempatnya nanti di Kantor Unit Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) di Jalan Pahlawan,” kata gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Orang nomor satu di jajaran Pemprov Jatim tersebut memastikan kerahasiaan pelapor akan dijamin. Setiap pengaduan, kata dia, pasti akan diproses asalkan disertai bukti valid.

Ia bahkan akan turun langsung untuk melakukan pengawasan terhadap praktik pungutan liar. Bila diperlukan akan mengajak pihak Polda Jatim, Kejaksaan Tinggi Jatim maupun Kodam V/Brawijaya.

Tidak itu saja, dalam waktu dekat ini Pakde Karwo akan mengumpulkan para pengusaha untuk mencari solusi atas masalah yang diutarakan dan selama ini menjadi keluhan.

Menurut Pakde Karwo, hal ini dilakukan karena tak ingin pengusaha menjadikan alasan pungutan liar sebagai dasar menolak upah minimum kabupaten/kota (UMK). Dengan menghilangkan praktik ini maka pengusaha tak ada lagi alasan untuk menolak UMK.

Sementara itu, menanggapi protes kaum buruh dan pengusaha terkait UMK, pihaknya tengah menyusun formulasi. Yakni, KHL plus inflasi plus pertumbuhan ekonomi.

Hanya saja, lanjut Pakde Karwo, saat ini sedang ada perdebatan soal pertumbuhan ekonomi. Yang jadi pertanyaan, pertumbuhan ekonomi itu dihitung berdasarkan apa? “Contohnya soal pertumbuhan industri manufaktur, yang kadang malah minus di Jatim. Kalau seperti ini, nanti buruhnya yang mengganti. Karena itulah kami masih bekerja sama dengan pakar Unair untuk merumuskan,” katanya. (ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan