alt
Hukum

Bea Cukai Yogya 9 Kali Gagalkan Penyelundupan Narkoba

altSleman (MediaNusantara.co) – Kantor Pengawasan dan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean B Yogyakarta untuk yang kesembilan kalinya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba melalui Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

“Sejak 2010 hingga sekarang ini setidaknya kami sudah sembilan kali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta,” kata Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Tengah-Yogyakarta Totok Purwanto di KPPBC Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, dari sembilan kali menggagalkan penyelundupan narkoba itu seluruhnya senilai lebih dari Rp20 miliar.

“Namun yang terpenting adalah dari sejumlah penggagalan penyelundupan tersebut telah menyelamatkan ribuan generasi dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Komisaris Besar Andi Fairan mengatakan Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta merupakan salah satu pintu masuk penyelundupan narkoba.

“Dalam operasi pemberantasan narkotika di DIY, mayoritas barang buktinya adalah sabu dan ganja,” katanya.

Ia mengatakan, atas hasil penggagalan penyelundupan narkoba oleh KPPBC Yogyakarta pada Jumat (8/11), pihaknya akan menyelidiki kasus kurir narkoba yang tertangkap tersebut.

“Rata-rata mereka yang sudah ditangkap berasal dari satu daerah di Jawa Timur,” katanya.

Menurut dia, pihaknya masih menyelidiki, apakah pelaku yang ditangkap kemarin merupakan satu jaringan dengan pelaku yang ditangkap sebelumnya.

“Para pelaku yang ditangkap ini merupakan satu suku, kami akan selidiki apakah ini merupakan satu jaringan,” katanya.

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional DIY Sumargiyono mengatakan pihaknya juga akan mendalami jaringan kurir narkoba ini.

“Kami juga akan dalami ini, karena tiga kurir narkotika yang sebelumnya ditangkap juga dari satu daerah di Jawa Timur,” katanya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan