Bulu Tangkis

Tontowi/Natsir Juara China Super Series 2013

altMediaNusantara.co -Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir menjadi pahlawan Indonesia di gelaran China Terbuka Super Series Premier 2013. Pasangan ganda campuran peringkat dua dunia itu berhasil menekuk pasangan pringkat empat asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di final China Open Super Series Premier 2013.

Namun, perjuangan menuju juara tidak diraih dengan mudah, apalagi dalam tiga ertemuan terkahir, Liliyana/Tontowi selalu mengalai kekalahan. Butuh waktu 55 menit yang dan tiga set bagi Tontowi/ Liliyana untuk menundukkan ganda campuran asal Denmark tersebut.

Pada set pertama, pasangan Indonesia sudah unggul cepat 11-4 kala interval. Maka, mudah saja mereka mengandaskan perlawanan Nielsen/Pedersen dengan skor 21-10.

Tetapi memasuki game kedua, Tontowi-Liliyana dibuat tak berkutik oleh Fischer-Pedersen. Dan yang mengejutkan, Tontowi-Liliyana hanya mampu mengukir lima skor serta harus rela memperpanjang nafas Fischer-Pedersen.

Pada game penentuan, berlangsung lebih ketat dan menegangkan. Tontowi-Liliyana berbalik memimpin permainan namun Fischer-Pedersen terus mengawal ketat. Namun pada saat Tontowi-Liliyana mencapai match point, mereka berhasil menghentikan langkah Fischer-Pedersen dengan skor 21-17.

Dari awal masuk lapangan, kami sudah yakin dan lebih percaya diri, apalagi tahun ini kami dapat gelar All England dan Juara Dunia,” ujar Liliyana.

Tontowi- Liliyana menjadi wakil Indonesia satu-satunya yang melangkah ke final dan akhirnya memboyong gelar juara. Cina sebagai tuan rumah berhasil menandai tiga gelar dari Li Xuerui (tunggal putri), Chen Long (tunggal putra), dan Wang Xiaoli-Yu Yang (ganda putri). Sedangkan di nomor ganda putra berhasil direbut oleh Lee Yong Dae bersama pasangan barunya Yoo Yeon Seong.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan