alt
Umum

Kebakaran, Ratusan KK di Sampit Kehilangan Rumah

altSampit (MediaNusantara.co) – Sedikitnya 254 kepala keluarga (KK) lebih di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka hangus terbakar.

“Data sementara kebakaran yang terjadi pada Sabtu (30/11) siang menghanguskan sebanyak 57 rumah, jumlah tersebut belum termasuk rumah toko (Ruko), kios, warung dan rumah kontrakan,” kata Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim, Sanggol Lumban Gaol di Sampit Minggu.

Dari 254 KK tersebut ada 1.000 lebih jiwa yang saat ini perlu mendapatkan bantuan, terutama untuk tempat tinggal dan makanan.

Akibat kejadian itu kerugikan diperkirakan mencapai Rp15 miliar lebih, pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan dan korban diperkirakan masih akan bertambah.

Pemerintah daerah melalui BPBD, Dinas social tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans) serta Palang Merah imdonesia (PMI) Cabang Sampit telah mendirikan beberapa tenda penampungan dan dapur umum.

Selain pemerintah daerah, beberapa posko yang didirikan oleh relawan juga telah di siagakan untuk memberikan bantuan kepada para korban kebakaran.

Bantuan untuk korban bencana kebakaran berupa bahan makanan, minuman dan uang baik dari pemerintah daerah maupun dari masyarakat terus mengalir.

“Kami perkirakan jumlah korban akan bertambah karena pendataan saat ini masih belum selesai,” katanya.

Penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti karena aparat kepolisian masih melakukan identifikasi di lapangan.

Sementara itu di lokasi kejadian sejumlah polisi sedang memeriksa reruntuhan serta puing-puing bangunan warung makan yang diduga kuat sebagai sumber api.

Dari bekas bangunan warung makan tersebut polisi mengamankan puing-puing kompor dan sejumlah kabel listrik yang hangus terbakar.

Sementara pemilik warung makan Marpuah mengaku saat itu warung ditinggalkan dalam kondisi tertutup dan peralatan masak seperti kompor minyak tanah dan kompor gas juga telah dalam keadaan mati.

“Pada hari kejadian itu warung makan kami tutup lebih awal dibandingkan hari biasanya karena makanan yang kami jual sudah habis terjual. Sekitar 30 menit kami pulang tiba-tiba ada kebakaran dan kami juga sangat kaget karena kata masyarakat api berasal dari warung kami,” ungkapnya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan