Makro

Pertumbuhan Industri Non Migas Indonesia Menunjukkan Tren Positif


Jakarta 
– Meskipun perekonomian dunia belum sembuh dari lumpuh, namun pertumbuhan industri non migas Indonesia sepanjang tahun 2013 menunjukan tren positif, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, hingga kuartal III-2013, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 5,55 persen. Sementara industri pengolahan non migas mencapai pertumbuhan 6,22 persen (yoy), sedangkan industri migas mengalami kontraksi 3,32 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi nasional selama kuartal III- 2013 hanya mencapai 5,83 persen, lebih rendah dari pertumbuhan periode yang sama tahun 2012 sebesar 6,26 persen.

Menperin menyebut sektor industri pengolahan tetap menjadi motor dan sumber pertumbuhan ekonomi terbesar. “Pertumbuhan industri non migas selama kuartal III-2013, tidak saja sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan periode yang sama 2012, tetapi juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Hidayat dalam laporan akhir tahun di kantornya, Senin (23/12).

Dia juga mengakui, secara umum pertmbuhan ekonomi nasional mengalami perlambatan. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan negara-negara Asia lainnya, kecuali Tiongkok dan Filipina yang masih tumbuh di atas 7 persen.

Selain didukung oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat serta meningkatnya ekspor sektor industri, Hidayat juga menyatakan, meningkatnya kembali investasi di sektor industri menyebabkan tetap terjaganya kinerja sektor industri manufaktur hingga saat ini

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan