alt
Hukum

Kasus Narkoba di Kalsel Menurun Tahun 2013

altBanjarmasin (MediaNusantara.co) – Peredaran Narkoba di wilayah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, selama tahun 2013 tercatat menurun apabila dibandingkan pada tahun 2012, kata Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin Kombes Pol Suharyono Sik SH di Banjarmasin, Rabu.

Ia mengatakan menurunya peredaran narkoba di Kota Banjarmasin itu dikarenakan polisi terus melakukan razia ataupun operasi.

Selain itu, polisi terus melakukan penindakan tegas kepada siapapun yang tertangkap karena terkait peredaran gelap narkoba khususnya di wilayah kota seribu sungai ini.

Dikatakan bahwa Banjarmasin merupakan tempat sebagai lalu lintas peredaran barang haram tersebut untuk menuju daerah-daerah lainnya, jadi barang tersebut tidak terlalu lama berada di kota ini.

Menurunnya kasus peredaran narkoba di wilayah ini dilihat dari 2012 ada sebanyak 307 kasus narkoba dengan tersangka yang ditangkap sebanyak 463 orang, ujarnya.

Bukan itu saja, untuk barang bukti yang diamankan sabu-sabu seberat 1.153,221 gram, ekstasi sebanyak 1.021 butir sedangkan untuk narkotika jenis ganja seberat 75,58 gram.

Untuk 2013 kasus yang diterima oleh Satuan Narkoba sebanyak 292 kasus dengan tersangka narkoba yang berhasil ditangkap sebanyak 424 orang.

Sedangkan untuk barang bukti narkoba yang diamankan selama 2013 itu diantaranya, sabu-sabu seberat 1.025, 55 gram, ekstasi sebanyak 1.066,5 butir sedangkan ganja seberat 63,68 gram.

“Semua barang bukti yang diamankan dari para tersangka itu sebagian sudah dilakukan pemusnahan oleh Satuan Narkoba dan sebagian para tersangka 2013 sudah masuk dalam proses hukum lanjutan ketingkat Kejaksaan,” terangnya kepada Antara.

Untuk 2014 ini diperintah kepada Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin bisa lebih giat lagi dan terus meningkatkan kinerja dilapangan untuk memberantas setiap pelaku yang masuk dalam jaringan peredaran gelap narkotika, demikian Suharyono. (Ant)


Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan