Polkam

RUU Pilkada Bakal Disahkan Awal 2014


Jakarta
– Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan disahkan menjadi undang-undang (UU) pada awal 2014. Panitia Kerja (Panja) RUU Pilkada masih belum menemui titik temu di antaranya terkait mekanisme pilkada bupati dan wali kota.

“Masa sidang yang akan datang sekitar Januari atau Februari, RUU Pilkada bakal disahkan. Sampai saat ini fraksi-fraksi masih belum ambil sikap pasti khususnya soal pilkada bupati dan wali kota secara langsung atau lewat DPRD,” kata Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa di Jakarta.

Politikus Partai Golkar (PG) itu menyatakan, masing-masing opsi yaitu dipilih langsung atau DPRD sama demokratis dan konstitusionalnya. Menurutnya yang terpenting adalah konsistensi terhadap kelebihan dan kekurangan dari sistem pilkada.

“Golkar siap untuk bentuk pilihan apapun, baik oleh rakyat maupun DPRD,” tegasnya.

Sekadar diketahui, hanya dua fraksi yaitu Fraksi Partai Demokrat (FPD) dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) yang memilih pilkada bupati dan wali kota melalui DPRD. Sedangkan untuk pilkada gubernur sendiri, sembilan fraksi sepakat digelar secara langsung.

Wakil Ketua Komisi II DPR sekaligus politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Abdul Hakam Naja mengatakan, fraksinya mempertimbangkan opsi mekanisme pilkada bupati dan wali kota ke DPRD. Meskipun, dalam daftar invetarisasi masalah (DIM), Fraksi PAN mendukung pilkada langsung.

“Sekarang kan masih dalam proses. Kita belum ambil keputusan apapun,” kata Hakam.

Ketua Panja RUU Pilkada itu juga menambahkan, isu wakil kepala daerah dipilih paket atau ditentukan kepala daerah juga belum ada kesepakatan antar fraksi. “Pemerintah usulkan hanya kepala daerah yang dipilih mengacu rumusan konstitusi UUD 1945 yang tidak menyebut wakil kepala daerah. Pemerintah usulkan wakil kepala daerah ditentukan kepala daerah terpilih,” imbuhnya. SP

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan