Umum

Sofyan : Kenaikan TDL Sebaiknya Bertahap


Jakarta
– Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung langkah pemerintah menaikkan tarif listrik untuk golongan industri I3 sebesar 38% dan golongan industri I4 sebesar 64%. Namun kenaikan itu hendaknya dilakukan bertahap hingga tiga tahun ke depan.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan, kenaikan tarif secara bertahap dilakukan agar tidak terlalu membebani pelaku industri. “Kami sepakat dengan ada penaikan tarif. Tetapi lakukan secara bertahap saja. Kalau dinaikkan dalam satu tahun ini, kami tidak sanggup,” kata Sofjan Wanandi ditemui usai acara penandatanganan perjanjian jual beli minyak nabati jenis Pure Palm Oil (PPO) oleh PLN dengan 3 perusahaan besar minyak sawit, di Jakarta, Senin (20/1).

Sofjan menjelaskan, kalangan industri sudah cukup terbebani oleh sejumlah kebijakan pemerintah antara lain kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP). Oleh sebab itu dia meminta pemerintah menaikkan tarif listrik golongan I3 dan I4 secara bertahap yakni, untuk I3 dinaikkan tahun ini sebesar 15% terlebih dahulu sedangkan untuk golongan I4 dinaikkan 25%.

“Dengan begitu pelaku usaha tidak syok dan memperhitungkan beban biaya tambahan atas penaikan tarif listrik itu,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengaku sudah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik untuk membahas kenaikan tarif listrik untuk kedua golongan itu. Dalam pertemuan itu, pihaknya sudah menyampaikan usulan dan keberatan dari kalangan industri akibat kenaikan tarif listrik. Dia berharap pemerintah memberi jangka waktu dua sampai tiga tahun dalam menaikkan tarif listrik bagi golongan I3 dan I4.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PLN Nur Pamudji menambahkan, kajian lengkap mengenai kenaikan tarif listrik I3 dan I4 sudah diserahkan kepada Kementerian ESDM. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut perihal kenaikan tarif ini dilakukan secara bertahap atau sekaligus. “Kami tunggu kesepakatan dengan DPR,” katanya.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo sebelumnya mengatakan kenaikan tarif listrik I3 dan I4 akan dilakukan secara bertahap. Namun, dia belum mau membeberkan besaran serta periode kenaikan tarif itu lantaran menunggu “restu” dari DPR.

“Nanti yang paling pas bagaimana, bertahap juga boleh atau sekaligus. Tetapi yang paling memberatkan adalah kenaikan sekaligus. Jadi kemungkinan akan diatur tidak jadi sekaligus (kenaikannya) bertahap,” ujarnya.

Susilo menjelaskan kenaikan tarif listrik bagi golongan pelanggan I3 dan pelanggan I4 tidak akan memengaruhi tarif listrik pelanggan dengan daya rendah seperti 450 watt dan 900 watt. Pelanggan I3 menggunakan daya listrik antara 197.001-13,32 MVA dan pelanggan I4 dengan daya tak terhingga. “Dari sekian ratus perusahaan besar, yang kena I4 cuma sekitar 70 perusahaan. jadi kalau orang bilang itu memengaruhi yang kecil-kecil (pelanggan daya listrik rendah), itu enggak benar,” ujarnya.

Lebih lanjut Susilo menjelaskan pemerintah sudah tidak memberikan subsidi untuk kedua golongan pelanggan I3 dan I4 pada tahun ini. Pasalnya kesepakatan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 antara pemerintah dengan Badan Anggaran menyatakan pelanggan I3 dan I4 tidak mendapatkan subsidi.

“(Kenaikan tarif) Ini bukan pengurangan subsidi, bukan pencabutan juga. Tapi subsidi yang sudah ditetapkan dalam Banggar APBN untuk listrik yang sebesar Rp 99,9 triliun. Itu sudah kami kalkulasi bahwa pelanggan I3 dan I4 sudah tidak disubsidi,” jelasnya.

Menurut data Kementerian ESDM, seluruh pelanggan industri sepanjang tahun lalu memperoleh subsidi listrik sebesar Rp 19,95 triliun atau setara 25,4% dari total pagu subsidi. Sementara pelanggan I4 yang berjumlah 74 pelanggan memperoleh subsidi Rp 4,9 triliun. Kemudian pelanggan I3 sebanyak 10.486 pelanggan masih menikmati subsidi sebesar Rp 13,29 triliun.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan