Hukum

MA Ingatkan PN Jaksel Segera Memproses PK Supersemar


Jakarta
– Mahkamah Agung (MA) mengingatkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk segera memproses upaya Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam perkara Yayasan Supersemar terkait dengan kesalahan ketik dalam amar putusan MA pada tingkat kasasi.

“Seharusnya setelah dua pekan pihak terkait menerima memori PK dari Kejaksaan dan telah mempelajarinya harus mengirim kontra memori PK,” kata Kabiro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur, di Jakarta, Selasa (21/1).

Kejagung secara resmi telah mengajukan PK pada 9 September 2013. Namun PN Jaksel hingga kini belum memprosesnya, dengan alasan masih menunggu kontra memori dari pihak keluarga Presiden ke-2 Soeharto.

Ridwan menuturkan, seharusnya PN telah menyerahkan berkas PK ke MA. Dirinya tidak memberi penegasan ketika disinggung apakah MA selaku badan peradilan tertinggi dapat menegur PN untuk bekerja optimal demi kepastian hukum.

“Tanyakan ke PN Jaksel apa kendalanya, sehingga berkas belum dikirimkan ke MA. Kalau melihat waktunya satu bulan, sudah cukup untuk mengajukan,” jelasnya.

Pada 2010 MA telah memutuskan bahwa Soeharto sebagai tergugat I dan Yayasan Beasiswa Supersemar sebagai tergugat II bersalah karena telah melakukan perbuatan melawan hukum dan harus membayar denda senilai Rp 3,17 triliun.

Namun demikian, Kejagung baru menerima salinan putusannya pada 2013. Itu juga tidak bisa langsung dieksekusi karena adanya kesalahan ketik. Harusnya mencantumkan Rp 139 miliar sebagaimana tuntutan penuntut umum, namun yang ditulis oleh panitera Rp 139 juta. 

MA mengabulkan gugatan Kejagung dengan menyatakan Yayasan Supersemar harus membayar sebesar 75 persen dari Rp 185 miliar, yakni sebesar Rp 139 miliar.

Majelis kasasi yang diketuai Harifin Andi Tumpa dengan anggota Dirwoto dan Rhngena Purba juga mewajibkan Yayasan Supersemar membayar sebesar 75 persen dari USD 420 juta, yakni US$ 315 juta.

Dengan demikian nilai total yang harus dibayar Yayasan Supersemar sesuai putusan MA adalah US$ 315 juta dan Rp 139 miliar atau mencapai Rp 3,17 triliun. Adanya kesalahan ketik membuat upaya eksekusi terhambat. SP

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan