Umum

KAMMI Kaltim Sambangi Polresta Samarinda


Samarinda – Belasan kader KAMMI Kaltim menyambangi Polresta Samarinda menuntut penjelasan pihak Kepolisian yang melakukan penahanan umat Islam yang akan berangkat ke Jakarta di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

massa yang dipimpin oleh Syamsul Alam, Ketua KAMMI Kaltim ditemui oleh Kasat Sabhara , Kompol Sarman dan Kasat Binmas, Kompol Harry W di ruangan Kasat Sabhara Polresta Samarinda.

pada kesempatan pertemuan, Syamsul Alam menuntut klarifikasi atas penahanan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. “Perintah Kapolri ternyata tidak selaras dengan tindakan oknum anggota yang menangkap masyarakat yang akan berangkat melaksanakan aksi bela islam Jilid III” ujar Alam membuka diskusi.

Upaya represif yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, menurut Alam tidak hanya terjadi di Balikpapan namun juga terjadi di Berau. Hal tersebut bertentangan dengan undang-undang yang menjamin kebebasan penyampaian aspirasi. “meskipun tiket keberangkatan akan diganti 4 Desember, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi di Jakarta tentunya dirugikan karena tidak bisa bergabung dalam aksi hari ini” Lanjut Alam.

menanggapi ucapan Ketua KAMMI Kaltim, Kasat Binmas Polresta Samarinda mempersilahkan untuk menanyakan hal tersebut ke Polda Kaltim karena lokasi kejadian di wilayah tersebut, bukan di Samarinda. “perlu diketahui bahwa, yang terjadi di Balikpapan bukanlah penangkapan, hanya dimintai keterangan” beber Harry.

Perwira menengah tersebut mempersilahkan massa untuk melaporkan ke Propam jika merasa dirugikan. “di Kepolisian ada namanya divisi Propam, jika ada yang merasa dirugikan, silahkan lakukan mekanisme nya dengan melaporkan ke Propam” lanjut Harry.

Mendapat penjelasan tersebut, Ketua KAMMI Kaltim menyampaikan kekecewaannya “baiklah jika demikian, kami rasa tidak ada gunanya kami melakukan audiensi disini” pungkas Alam.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan