Umum

Walhi Kaltim : Pemkab Mahulu Harus Stop Intimidasi Warga


Samarinda – Aktifitas perusahaan perkayuan di Kabupaten Mahakam Ulu mendapat sorotan dari aktifis lingkungan Walhi Kaltim

Direktur Eksekutif Walhi Kaltim, Fathur Roziqin Fen yang biasa disapa Ikin mengkritik langkah Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulun yang terkesan memihak terhadap perusahaan perkayuan yang cukup lama beroperasi di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi kalimantan Timur.

“Pemkab Mahulu telah mengintimidasi masyarakat desa Long Isun dengan memaksa warga menandatangani tapal batas antar kampung” buka Ikin.
“batas kampung tersebut” lanjut Ikin, “nantinya akan digunakan PT. Kemakmuran Berkah Timber (KBT) sebagai dasar rencana kerja tahunan perusahaan tersebut”ujar Ikin.

sebagai informasi, konflik antara PT. KBT dengan masyarakat desa Long Isun Kecamatan Long Pahangai telah terjadi sejak April 2014.  konflik berawal dari ketidaksetujuan masyarakat adat Desa long Isun atas aktifitas PT. KBT yang dianggap memasuki tanah adat sehingga warga yang dipimpin tokoh pemuda desa tersebut, Tekwan Ajat menghentikan aktifitas pekerja perusahan tersebut serta melakukan penahanan kunci alat berat milik anak perusahaan Roda Mas Grup. PT. KBT yang merasa telah menjalankan prosedur resmi izin atas aktifitasnya, akhirnya melaporkan tindakan masyarakat tersebut ke Polres Kutai Barat hingga akhirnya ditetapkan Theodorus Tekwan Ajat sebagai tersangka.Belakangan ini diketahui bahwa tuduhan pidana yang ditujukan kepada Theodorus Tekwan Ajat tidak bisa dibuktikan.

“Isu ini mencuat lagi karena masyarakat Long Isun dipaksa oleh Pemkab Mahakam Ulu agar lokasinya masuk dalam kawasan konsesi, namun masyarakat masih tetap bertahan agar tidak ada konsesi di kampung mereka,” Pungkas Ikin

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan