Umum

Ketua BM PAN: Revolusi Bisa Terjadi Jika Penegak Hukum Main-Main

Jakarta – Disela acara kegiatan Rakornas PAN (14/12) yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN), Ahmad Yohan, mengatakan terus memantau penegakan hukum kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Saat ini kami percayakan semuanya pada para penegak hukum yang sedang bekerja, kami minta hakim dan jaksa tidak main-main dalam menangani kasus ini,” tuturnya.

Pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingatkan kepada seluruh jajaran penegak hukum yang bertugas, apabila dalam melaksanakan tugasnya terindikasi main mata dikhawatirkan akan terjadi revolusi di Indonesia.

“Dengan adanya aspirasi umat Islam yang disampaikan berkali-kali secara baik dan damai (aksi bela islam,red), hal itu harus direspon oleh pemerintah terutama penegak hukum. Jika tidak dikhawatirkan terjadi revolusi,” paparnya.

Sebagai kader, dirinya menyadari bahwa partainya termasuk kedalam partai yang pro pemerintah yang tugasnya adalah menjaga keutuhan, stabilitas serta kondusifitas negara. Namun, dengan adanya tuntutan yang disuarakan oleh masyarakat terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, ia meyakini bahwa aspirasi rakyat adalah hal yang lebih utama.

Bahkan, dengan ditangkapnya beberapa aktivis dengan tuduhan makar, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berada di garda terdepan untuk konsisten mengawal kasus dugaan penistaan agama, terlebih jika dianggapnya penegak hukum bekerja tidak sesuai harapan.

“Negara jangan melakukan tindakan yang kontra produktif, seperti dengan menangkap para aktivis yang menyampaikan aspirasiny. Jangan berfikir hanya menyelamatkan ahok, tapi yang harus difikirkan bagaimana menyelamatkan negara,” pungkasnya.(adm)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan