Umum

Aliansi BEM SI Serukan Resolusi Berpendapat

Samarinda – Ditengah padatnya jadwal musyawarah nasional (Munas) ke X, ratusan  mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Ekseskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan unjuk rasa menyerukan kebebasan berpendapat tepat di depan pintu masuk Stadion Madya Sempaja.

Para Mahasiswa berpendapat bahwa semua kegaduhan yang saat ini terjadi merupakan buah dari produk Pemerintah yang dinilai bertentangan dengan kebebasan berpendapat.

Koordinator aksi, Fraejeri Rakasiwi dalam orasinya menyerukan agar mahasiswa melakukan perlawanan bila kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang coba dibungkam oleh Pemerintah dan Aparatnya.

“Ketika usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan bahkan dituduh subversif dan mengganggu keamanan maka hanya ada 1 kata lawan” teriak Pijay, panggilan akrab Fraejeri Rakasiwi.

Dalam kesempatan wawancara, Pijay mengatakan bahwa aksi kali ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas sikap represif aparat kepolisian se Indonesia pada saat mahasiswa akan melakukan aksi bela rakyat 121.

“Aliansi BEM SI hari ini sepakat menyuarakan perubahan dan mahasiswa akan terus berjuang membela kaum yang tertindas oleh pemerintah”ujar Pijay.

Lebih jauh lagi, Mahasiswa Universitas Mulawarman ini mencibir Pemerintah yang dianggap tidak mampu menjamin hak-hak warga negara dalam menyuarakan kebebasan berpendapat.

“Kami meminta agar Kapolres di copot dari jabatannya karena telah semena-mena bertindak represif dengan cara menangkap mahasiswa yang akan melakukan unjuk rasa 12 Januari 2017” lanjut Pijay

Sempat terjadi ketegangan antara Mahasiswa dengan salah seorang warga di sekitar lokasi unjuk rasa. Warga tersebut mencoba membubarkan aksi yang dilakukan para mahasiswa karena dirasa mengganggu aktifitas pengguna jalan yang melintas di depan Stadion Madya Sempaja.

Berikut ini point seruan Resolusi Berpendapat yang dihasilkan dalam Munas BEM SI ke X di Samarinda
1.  Menolak negara lemah dengan tetap berupaya menjadi mitra kritis pemerintah yang mengedepankan kebebasan mimbar akademik yaitu ilmu amaliah serta amal ilmiah yang hikmad dan bertanggung jawab
2.  Mengembalikan hak – hak setiap warga negara dalam menyampaikan kebebasan berpendapat yang telah dijamin oleh negara.
3.  Mendorong dan berdiri bersama rakyat untuk menyuarakan pendapatnya tanpa ada rasa keraguan dan takut dengan tetap berpedoman nilai – Nilai pancasila dan UUD 194

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan