Umum

Said Iqbal Peringatkan Pemerintah Agar Menurunkan GINI Ratio


Samarinda
– Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang menunjukkan trend positif saat ini mendapat tanggapan pesimis dari Presiden KSPI (konfederasi Serikat Pekerja Indonesia), Said Iqbal.

Ia mempertanyakan klaim Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbaik ke 3 setelah India dan China.

“yang jadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi Indonesia itu apa” tanya Said, mengawali ceramahnya di sela-sela kegiatan Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Seluruh Indonesia (Munas BEM SI) ke 10 di Auditorium Dispora Kaltim Siang tadi (27/1).

Trend positif pertumbuhan ekonomi di indonesia menurut Said, tidak akan berguna jika Pemerintah tidak mampu menekan angka kesenjangan ekonomi (Gini Ratio) “di Indonesia Gini Ratio sudah menyentuh angka 0,5, namun Pemerintah mengklaim bahwa Gini Ratio di Indonesia tidak lebih dari 0,3” bebernya

Said melanjutkan, jika mahasiswa ingin melihat tingginya angka kesenjangan ekonomi, cukup pergi ke kota besar seperti Surabaya.

Ia mencontohkan, Pada saat launching penjualan apartemen tidak lama berselang semua unit pasti akan habis terjual. sedangkan didaerah pinggiran, pengembang enggan membuat perumahan karena tau bahwa masyarakat tidak mampu membeli.

Hal tersebut menurut Said menunjukkan adanya kesenjangan ekonomi yang cukup tinggi antara masyarakat kelas menengah atas dengan masyarkat kelas menengah ke bawah.

Presiden KSPI memperingatkan Pemerintah untuk  berusaha menurunkan tingginya angka kesenjangan ekonomi jika tidak ingin terjadi revolusi seperti di Tunisia

“Revolusi di Tunisia tahun 2011 diawalai dengan aksi bakar diri seorang tukang buah” beber Said.

Aksi bakar diri tersebut lanjut Said, merupakan puncak frustasi masyarakat oleh tekanan ekonomi yang semakin berat di negara tersebut.

“jika Indonesia tidak ingin terjadi revolusi, Pemerintah harus kerja keras menurunkan angka kesenjangan ekonomi”beber Said. “jika tidak sanggup, baiknya Pemerintah menyerahkan kekuasaannya”lanjut Said.

sebelum mengakhiri ceramahnya, Said menyarankan kepada peserta Munas BEM SI untuk terus memperjuangkan keluhan dan derita yang dialami oleh masyarakat. “Negeri ini berubah karena mahasiswa dengan ruh-ruh perjuangan, jangan takut untuk terus melawan hingga rakyat mendapatkan hak-haknya” seru Said berapi-api yang kemudian disambut gemuruh tepuk tangan peserta Munas.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan