alt
Makro

Neraca Perdagangan Awal Tahun Kalsel Surplus 535,37 Juta Dolar

alt

Banjarbaru (MediaNusantara.co) – Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan ekspor impor di Kalimantan Selatan pada Januari 2017 mengalami surplus sebesar 535,37 juta dolar Amerika Serikat.

“Neraca perdagangan Kalsel tetap menunjukkan nilai yang positif, sehingga awal tahun ini sudah mengalami surplus,” ujar Kepala BPS Kalsel Diah Utami, di Kota Banjarbaru, Kamis.

Ia mengatakan, neraca perdagangan ekspor impor bulan Januari yang surplus sebesar 535,37 juta dolar AS lebih kecil jika dibanding neraca Desember 2016 mengalami surplus 610,24 juta dolar AS.

Data statistik BPS menunjukkan nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel bulan Januari 2017 mencapai 666,33 juta dolar AS atau turun 3,67 persen dibandingkan ekspor Desember 691,71 juta dolar AS.

Namun, jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Januari tahun 2016 mencapai 415,03 juta dolar AS atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 60,55 persen.

Komoditas utama penyumbang ekspor terbesar yakni kelompok bahan bakar mineral sebesar 504,23 juta dolar AS, disusul kelompok lemak dan minyak hewani dan kelompok kayu.

“Negara utama tujuan ekspor yakni Tiongkok dengan nilai 186,78 juta dolar AS, India sebesar 158,88 juta dolar AS, dan Jepang dengan nilai sebesar 110,60 juta dolar AS,” katanya lagi.

Sedangkan nilai impor Januari sebesar 130,96 juta dolar AS atau naik 60,76 persen dibandingkan impor Desember 2016 mencapai 81,46 juta dolar AS atau naik 65,32 persen dibanding Januari 2016.

Komoditas utama impor Kalsel terdiri dari kelompok bahan bakar mineral 117,34 juta dolas AS, kelompok mesin-mesin/peralatan mekanis 7,25 juta dolar AS, dan kapal laut 3,73 juta dolar AS.

“Negara utama pemasok impor yakni Singapura dengan nilai 119,26 juta dolar AS, Tiongkok 3,04 juta dolar AS, dan Malaysia dengan nilai sebesar 2,46 juta dolar AS,” kata dia lagi. (Ant)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan