alt
Makro

Penduduk Miskin Kalimantan Utara Bertambah 1800 Orang

alt

Samarinda – Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara Bertambah 1790 orang atau meningkat 1,83% selama periode September 2017 hingga Maret 2018.

“Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara pada Maret 2018 sebesar 50,35 ribu (7,09%). Dibandingkan September 2017, penduduk miskin sebesar 48,56 ribu (6,96%), jumlah penduduk miskin secara absolut bertambah 1,79 ribu orang atau bertambah 1,83%,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Atqo Mardiyanto, Senin (16/7/2018).

Jumlah penduduk miskin daerah perkotaan dan pedesaan mengalami kenaikan, baik secara absolut maupun persentase. Selama periode September 2017 hingga Maret 2018, penduduk miskin di kota naik 0,73 ribu orang dari 21,81 ribu orang pada September 2017 menjadi 22,54 ribu orang pada Maret 2018 atau secara persentase naik 0,07% dari 5,39% menjadi 5,46%.

“Penduduk miskin di daerah pedesaan mengalami kenaikan sebanyak 1,06 ribu orang dari 26,75 ribu orang pada September 2017 menjadi 27,81 ribu orang pada Maret 2018 atau secara persentase naik 0,21% dari 9,14% menjadi 9,36%,” jelas Atqo.

Sementara itu, selama September 2017 hingga Maret 2018, indeks kemiskinan (P1) di Kalimantan Utara mengalami penurunan, dari 1,323 pada keadaan September 2017 menjadi 1,095 pada keadaan Maret 2018. Demikian pula indeks keparahan kemiskinan (P2) mengalami penurunan dari 0,312 menjadi 0,265.

“Adapun pada Maret 2018, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur dengan gini ratio tercatat sebesar 0,303. Angka ini turun sebesar 0,010 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2017 yang sebesar 0,313,” kata Atqo.

Dan, pada Maret 2018, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40% terbawah adalah sebesar 21,63%. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan