Ekonomi Makro Uncategorized

OJK : Awal Tahun 2018, Kredit Bermasalah di Kaltim Menurun

Samarinda – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur mencatat pada semester I 2018 Kinerja Keuangan Bank Umum Konvensional dan Syariah di Kaltim dari sisi aset, DPK dan kredit, tumbuh positif.

“Aset tumbuh sebesar 4,78% yoy menjadi sebesar Rp99,89 triliun, DPK tumbuh sebesar 5,44% yoy menjadi Rp 91,93 triliun dan Kredit tumbuh sebesar 2,78% yoy menjadi Rp70,61 triliun,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Timur, Dwi Ariyanto, Kamis (2/8/2018).

Dwi Ariyanto juga menjelaskan risiko kredit di Kaltin cenderung terus membaik. Hal ini ditunjukkan dari rasio non performing loan (NPL) gross kredit terus menunjukkan perbaikan menjadi sebesar 5,57% dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,22%.

“Pertumbuhan kredit semester I 2018 tumbuh relatif stagnan sebesar 2,78% yoy dimana posisi yang sama tahun sebelumnya tumbuh sebesar 2,18% yoy. Berdasarkan jenis penggunaan KMK dan Kredit Konsumsi tumbuh masing-masing 6,59% yoy dan 6,84% yoy yang menunjukkan adanya ekspansi kegiatan usaha,” ujar Dwi.

Ekspansi usaha terjadi terutama pada sektor ekonomi Pemilikan Peralatan Rumah Tangga lainnya termasuk pinjaman multiguna dan Pemilikan Rumah Tinggal, Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, Pertanian, Perburuhan dan Kehutanan.

Sementara Kredit Investasi tumbuh melambat sebesar negatif 6,47% yoy. Berdasarkan jenis penggunaan yaitu Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi. Pada semester I 2018 Kredit Konsumsi masih mendominasi yaitu sebesar Rp25,95 triliun (36,75%) disusul dengan Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi masing-masing sebesar Rp25,46 trilliun (36,06%) dan Rp19,20 triliun (27,19%).

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Pertumbuhan DPK perbankan di Kaltim semester I 2018 sebesar 5,44% yoy, Simpanan dalam bentuk tabungan tumbuh sebesar 11,47% yoy lebih besar dari pertumbuhan nasional sebesar 10,47% yoy. Sedangkan deposito tumbuh sebesar 1,19% yoy dan giro tumbuh negatif 0,66%.

“Dilihat dari komposisi jenis simpanan DPK. Simpanan dalam bentuk tabungan masih mendominasi yaitu sebesar Rp43,73 triliun atau 47,56% dari total DPK,” kata Dwi.

Sedangkan, Deposito sebesar Rp30,53 triliun atau 33,21% dari total DPK dan Giro sebesar Rp17,67 triliun atau 19,23% dari total DPK. Rasio LDR semester I 2018 sebesar 76,81% yang berarti bank masih memiliki potensi untuk memacu menyalurkan kredit namun dengan tetap selektif dan mengedepankan prudential & prinsip kehati-hatian terutama terhadap sector usaha yang memiliki potensi risiko tinggi.

Mengingat kondisi ekonomi Kaltim menunjukkan trend yang membaik dengan didukung stabilitas kinerja perbankan yang semakin membaik dan LDR yang masih longgar, OJK menghimbau perbankan dapat meningkatkan penyaluran kredit secara prudent pada sektor produktif UMKM dan sektor-sektor ekonomi potensial di Kaltim seperti; sektor pariwisata dan pengolahan serta pertanian dalam arti luas, perikanan, peternakan dan pariwisata.

Sedangkan terkait dengan risiko kredit (NPL) gross yang masih tinggi di atas threshold 5%, perbankan agar terus melanjutkan konsolidasi internal masing-masing dalam rangka upaya perbaikan kredit bermasalah baik melalui restrukturisasi kredit maupun penyelesaian kredit (eksekusi agunan/lelang) sesuai ketentuan & perudangan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan