Bisnis Ekonomi Uncategorized

Sektor Tambang Terkontraksi, Ekonomi Kaltim Hanya Tumbuh 1,84% di Triwulan II 2018

Samarinda – Sektor pertambangan dan penggalian di Kalimantan Timur mengalami kontraksi 2,7% di triwulan II-2018 year on year (y to y). Ini menjadi salah satu penyebab perekonomian Kaltim shanya tumbuh 1,84% pada triwulan II-2018.

“Pertumbuhan ekonomi Kaltim di triwulan II-2018 masih kecil. Tapi, angka ini belum menjadi gambaran ekonomi Kaltim tahun ini. Karena masih triwulan III dan triwulan IV yang masih belum memberikan gambaran sampai akhir tahun,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Atqo Mardiyanto, Senin (6/8/2018).

Sektor tambang dan penggalian di Kaltim masih terbesar peranannya kontribusi dalam struktur PDRB Kaltim. Disusul, sektor industri pengolahan yang ternyata juga alami kontraksi di Kaltim sebesar 1,53%.

“Kecilnya pertumbuhan ekonomi Kaltim dikarenakan dua sektor, tambang penggalian dan industri pengolahan yang alami kontraksi,” kata Atqo.

Diharapkan, pada triwulan III dan triwulan IV 2018, kedua sektor ini dapat tumbuh lebih besar agar akselerasi lebih cepat dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim. “Mudahan sektor tambang tumbuh lebih bagus,” katanya.

Lapangan usaha pertambangan dan penggalian menjadi satu-satunya lapangan usaha yang memberi andil negatif pada triwulan II-2018 ini terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim sebesar 0,99%.

“Sedangkan, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan ini berasal dari lapangan usaha kontruksi yang memiliki andil sebesar 0,68%. Kemudian lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,52% dan pertanian kehutanan 0,41%,” jelas Atqo.

Dilihat kinerja ekonomi di pulau Kalimantan secara umum triwulan II-2018 tumbuh 3,31% dibanding triwulan II-2017. Dan, jika dilihat struktur ekonomi pulau Kalimantan, peranan masih didominasi oleh Kaltim sebesar 52,03%, diikuti Kalbar 15,42%, Kalsel 14,33%, Kalteng 11,25% dan Kalimantan Utara 6,97%.

Tinggalkan Balasan