Ekonomi Makro Uncategorized

BPS : Peranan Tambang di PDRB Kalimantan Utara Masih Diatas 10 Persen

Samarinda – Perekenomian Kalimantan Utara di triwulan II tahun 2018 tumbuh 4,63% jika dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y). Ini disebabkan pertumbuhan sebagian besar lapangan usaha pembentukan PDRB mengalami peningkatan kinerja.

BPS Kaltim mencatat sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara tertinggi pada triwulan ini dari pertambangan dan penggalian yang memiliki andil 1,1%.

“Diikuti lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan andil 0,92% dan lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang memberi 0,85%,” kata Kepala BPS Kaltim, Atqo Mardiyanto.

Atqo menjelaskan lapangan usaha pertambangan dan penggalian masih mendominasi PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Dengan peranan diatas 10 persen terhadap pembentukan PDRB.

Ketergantungan sektor pertambangan dan penggalian yang mendominasi PDRB ini harus dikurangi. Dengan menggenjot pembentukan PDRB dari sektor-sektor lain.

“Kontribusi PDRB dari sektor-sektor lain (selain pertambangan dan penggalian) harus digali dan tergantung program pemerintah daerah. Tidak bagus juga tergantung pertambangan,” jelas Atqo.

Struktur PDRB Kalimantan Utara hingga triwulan II 2018 terlihat sektor pertambangan dan penggalian 27,78%, pertanian, kehutanan, perikanan 16,22% dan kontruksi 11,93%.

Berdasarkan PDRB atas harga berlaku, perekenomian Kaltara mencapai Rp 20,98 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 14,08 triliun.

Dari jumlah tersebut, sektor pertambangan dan penggalian atas dasar harga berlaku Rp 5,82 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 3,95 triliun.

Tinggalkan Balasan