Nasional Umum

APT Pronoto Bisa Segera Dikelola AP I

Samarinda – PT Angkasa Pura I (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat pembahasan Kajian Pengelolaan Bandara APT Pranoto.

Rapat tersebut menindak lanjuti Memorandum Of Understanding (MOU) tentang rencana pengelolaan Bandara APT Pranoto Samarinda.

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gubernur Kalimantan Timur dihadiri Meliana selaku Plt. Sekertaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Salman Lumoindong selaku Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur dan R Eko Wibowo selaku VP Busines Development Internal Relation PT Angkasa Pura I (Persero) beserta jajarannya.

Meliana mengatakan  pengelolaan bandara perlu dilakukan secara profesional karena itu pihaknya berharap pengelolaan dapat dialihkan kepada PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai BUMN yang ahli dibidangnya.

“Kami melihat profesional PT Angkasa Pura I (Persero) dalam mengelola bandara. Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak mengharapkan pengelolaa Bandara APT Pranoto Samarinda dapat dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) serta nantinya dapat berkontribusi kepada pemerintah daerah,” katanya.

Diharapkan kedepan dengan dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero) secara profesional akan memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Eko Wibowo menyampaikan dengan rapat bersama penyusunan kajian, diharapkan pengelolaan bandara kepada PT Angkasa Pura I (Persero) dapat segera terwujud.

Sesuai dengan MOU yang telah ditandatangani 24 Mei lalu, PT. Angkasa Pura I (Persero) telah mensegerakan penunjukan konsultan untuk menyusun kajian dan telah menunjuk Tim Internal yang akan sevara khusus melakukan penyusunan kajian di Bandar APT. Pranoto.

Bandara APT Pranoto Samarinda dalam pengoperasiannya saat ini dikelola oleh Kementrian Perhubungan yang sebelumnya mengelola Bandara Temindung Samarinda, Bandara APT Pranoto Samarinda memilik runway sepanjang 2.300 meter.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan