Nasional Pendidikan

Bekesah Kemerdekaan dan Anak Jalanan, FIM Samarinda Ajak Kerja Nyata

Samarinda – Forum Indonesia Muda Samarinda (FIM Samarinda) mengadakan talkshow Bekesah Bepedah untuk ke-4 kalinya dengan tema Kemerdekaan pada Sabtu (18/8/2018) lalu di Cak Turo Jl Juanda.

Haerdy Pratama Wijaya (CEO Klinik Jalanan dan alumni FIM 18) yang hadir sebagai narasumber menerangkan saatnya resolusi pemuda memaknai Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, dengan kerja nyata. “Saatnya kerja nyata,” katanya.

Haerdy mencontohkan kerja nyata itu dengan aksi peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Misalkan di kota Samarinda menghadapi masalah anak jalanan, maka solusinya bagaimana kita membantu anak jalanan,” kata Haerdy.

Begitu juga sama dengan permasalahan lainnya kota Samarinda seperti banjir dan sampah, maka perlu aksi nyata dari para pemuda ikut tidak membuang sampah sembarangan.

Selain Haerdy, hadir pula narasumber lain Jeane Rahmawati Sari (Purna Paskibraka Indonesia 2016. Jeane menceritakan pengalamannya menjadi paskibraka dan bagaimana dirinya harus meyakinkan meminta dukungan keluarganya terutama orangtuanya.

Para peserta antusias dengan perbincangan kedua narasumber ini dan mengajukan berbagai pertanyaan ke narasumber, bagaimana cara menemukan minat sesuai passion dan mengenai peran pemuda dalam memaknai arti kemerdekaan itu sendiri.

Ketua Panitia Bekesah Bepaedah, Ninik mengatakan persiapan kegiatan Bekaesah Bepaedah ini kurang lebih satu minggu.

Bagi Ninik, arti kemerdekaan RI kali ini, menurutnya adalah ketika anak muda dapat mengekspresikan dirinya sesuai passion yang dimilikinya. “Itulah kemerdekaan sesungguhnya,” pungkasnya.

Senada dengan ketua panitia, Suhendra salah satu peserta dari UMKT ini mengungkapkan kebahagiannya menjadi bagian dari acara ini. Ia juga berharap semoga acara seperti ini akan terus ada untuk memberikan semangat bagi pemuda Samarinda.

“Merdeka itu memerdekakan diri sendiri terlebih dahulu sebelum berpikir besar mengubah bangsa ini,” tutupnya.

Sementara itu, Raya, psikolog yang turut tergabung dalam Klinik Jalanan menghadiri acara FIM Samarinda mengatakan saat ini kota Samarinda menghadapi masalah besar dengan banyaknya anak jalanan yang cenderung ke arah gaya hidup yang negatif.

“Banyak anak jalanan yang kecanduan ngelem. Mereka ini tersebar di jl Agus Salim, Jl Basuki Rahmat dan Jl Antasari sampai di Bengkuring. Jumlahnya diperkirakan ratusan,” kata Raya.

Untuk mengatasi ini, klinik jalanan sudah berupaya mengajak anak jalanan meninggalkan kebiasaan buruk. “Ada 15 anak yang sudah kami ajak dan berhasil meninggalkan ngelem,” katanya.

Ke depan, klinik jalanan saat ini sedang menyusun rencana untuk tidak sekedar mendidik anak jalanan. Tapi, akan mengarahkan wirausaha dan tidak lagi hidup di jalanan.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan