Hukum Nasional

Warga Sanga-Sanga Surati Gubernur Kaltim Minta IUP CV SSP Dibatalkan

Samarinda – Warga Sanga-Sanga RT 24 Sanga-Sanga Dalam Kabupaten Kutai Kartanegara menyurati Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar membatalkan dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV. Sanga-Sanga Perkasa (CV SSP).

“Penerbitan IUP ini menurut kami menimbulkan pelanggaran yaitu mencemarkan lingkungan dan keresahan lingkungan,” ujar Ketua RT 24 Sanga-Sanga Dalam, Zaenuri, Selasa (28/8/2018) saat jumpa pers di Cafe Antara Jl Dahlia.

Surat ke Gubernur Kaltim bernomor 06/RT24/SSD/VIII/2018 tertanggal 24 Agustus 2018 itu, warga meminta izin tambang dicabut karena pertambangan menyebabkan kerusakan lingkungan tanah longsor menutupi parit sehingga menjadi penyebab utama banjir di RT 24 Sanga-Sanga Dalam.

“Perusahaan tetap memiliki tanggung jawab yang belum terselesaikan akibat aktivitas penambangan pada periode sebelumnya yang tidak melaksanakan reklamasi pasca tambang,” ujar Zaenuri.

Sementara itu, Darsi dari perwakilan petani di Sanga-Sanga Dalam mengatakan pertambangan batubara tidak memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Malah, tambang batubara merugikan pertanian di Sanga-Sanga,” katanya.

CV SSP melakukan pertambangan sejak tahun 2008 dengan terbitnya keputusan Bupati Kutai Kartanegara dan memulai operasi produksi tahun 2009. Pada 9 April 2018, IUP IP hidup kembali dan diberi izin 5 tahun oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Nomor 503/609/IUP-OP/DPMPTSP/IV/2018.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan