Uncategorized

BI : Inflasi Kaltim Terjaga, Dampak Normalisasi Konsumsi

Samarinda – Inflasi Kalimantan Timur (Kaltim) Agustus 2018 tercatat sebesar 0,15%(mtm), menurun dari 0,92%(mtm) pada bulan sebelumnya. Capaian inflasi Kaltim periode ini lebih tinggi dibandingkan deflasi nasional sebesar -0,05%(mtm).

“Pada bulan Agustus 2018, inflasi Kaltim masih disebabkan oleh kelompok transportasi dan komunikasi yang mengalami peningkatan sebesar 1,07%(mtm) dengan demikian memberikan andil sebesar 0,19%. Inflasi tahunan Kaltim Agustus 2018 tercatat 3,87% (yoy),” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Muhamad Nur, Senin (3/9/2018).

Sementara itu, inflasi tahun kalender sebesar 3,19% (ytd). Tingkat inflasi tahunan Kaltim Agustus 2018 lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Juli 2018 sebesar 3,42% (yoy).

Berdasarkan komoditasnya, inflasi Kaltim Agustus 2018 disebabkan oleh inflasi angkutan udara sebesar 4,13% (mtm). Komoditas tersebut memberi andil sebesar 0,11% terhadap keseluruhan inflasi Kaltim.

“Kebutuhan penggunaan angkutan udara Kaltim yang masih tinggi hingga Agustus 2018 masih menjadi penyebab utama andil signifikan komoditas ini,” kata Muhammad Nur.

Komoditas lain yang juga mencatatkan inflasi adalah sepeda motor. Pada bulan Agustus 2018, sepeda motor mengalami inflasi sebesar 2,93%(mtm) dan memberi andil sebesar 0,04%.

Inflasi komoditas sepeda motor disebabkan oleh peningkatan harga oleh salah satu produsen motor utama.

Berdasarkan kota pembentuknya, Kota Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,28% (mtm), disebabkan oleh inflasi sepeda motor dan minyak.

Di sisi lain, Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar -0,02%(mtm) akibat penurunan harga ikan layang/benggol, tomat sayur, dan sejumlah bahan makanan lainnya.

Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dan segenap stakeholder terkait yang tergabung dalam TPID akan terus memantau perkembangan pergerakan inflasi secara khusus dan perekonomian secara umum baik domestik maupun eksternal.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan guna mengantispasi kenaikan harga yang berkelanjutan, seperti operasi pasar maupun inspeksi mendadak ke pasar tradisional maupun modern serta memantau ketersediaan stok di pasar induk dan distributor utama.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memantau pergerakan harga secara langsung dan memastikan ketersediaan stok di masyarakat.

Bank Indonesia secara konsisten akan terus melakukan asesmen terkait perkembangan perekonomian dan inflasi Kaltim terkini guna menuju sasaran inflasi akhir tahun sebesar 3,5+1% (yoy).

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan