Nasional Umum

Cabut dari LSM Pokja 30, Carolus Tuah Masih Punya Hutang

Samarinda – Carolus Tuah secara resmi berhenti dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pokja 30 yang telah lama membesarkan namanya. Ia berhenti pertanggal 10 November 2018 karena sudah selesai masa periode memimpin lembaga pegiat anti korupsi itu.

Meski telah cabut dari Pokja 30, aktivis ini masih merasa berhutang pekerjaan dan akan menyelesaikannya. Pekerjaan itu yaitu mendampingi masyarakat Long Isun Kabupaten Mahakam Ulu menghadapi konflik dengan perusahaan kayu di daerah tersebut.

“Saya sudah cabut dari grup Whatsapp Pokja 30 dan juga dari grup-grup LSM. Kecuali grup dampingan (masyarakat Long Isun). Itu kan hutang, jadi mesti (pendampingan masyarakat) sampai selesai,” kata Tuah.

Masyarakat Long Isun berkonflik dengan PT Kemakmuran Berkah Timber (Roda Mas Group), perusahaan pemegang Hak Pengelola Hutan (HPH). Konflik ini hingga diduga terjadi kriminalisasi seorang pemuda desa, Tekwan Yeq. Masyarakat Long Isun menilai perusahaan telah mencaplok hutan adat mereka sebanyak 14 kampung.

Usai tak lagi berkecimpung di LSM, Tuah menambah kesibukannya. Selain terus mendampingi masyarakat Long Isun, ia juga menjadi relawan Hetifah, anggota DPR RI yang maju dalam pencalonan legislatif tahun 2019 dari partai Golkar.

Mengenai namanya dikaitkan dunia politik terkait menjadi relawan Hetifah, Carolus Tuah tak merasa risih. Ia ingin membela calon legislatif yang bersangkutan. “Saya membela caleg, bukan partainya. Bahwa partai dapat manfaat, ya biarin aja. Bisa dibilang, saya relawan non partai,” katanya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan