Kesehatan Nasional

BPJS : Rujukan Online Masuk Fase Evaluasi, Keluhan Tertinggi Penumpukan Pasien di Rumah Sakit Tipe C dan D

Samarinda – Uji coba penerapan digitalisasi rujukan atau rujukan online dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah selesai dilakukan 15 Agustus – 31 Oktober 2018 di wilayah BPJS kota Samarinda.

“Banyak hal yang kita peroleh sepanjang masa uji coba. Masyarakat dan utamanya fasilitas kesehatan sudah mulai terbiasa dengan sistem rujukan online ini,” jelas Kepala Cabang Samarinda BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, Kamis (1/11/2018).

Dalam uji coba rujukan online, banyak sekali masukan-masukan konstrukstif dari dokter, fasilitas kesehatan, pemerintah, peserta maupun pihak terkait terhadap beberapa kondisi kasuistik yang menjadi tantangan di lapangan.

“Banyak keluhan yang disampaikan. Dari keluhan maka kami lakukan kesempurnaan sistem. Dan mulai 1 November ini, kami lakukan evaluasi rujukan online. Salah satu keluhan tertinggi, penumpukan pasien di rumah sakit C dan D,” kata Octo.

Evaluasi ujicoba rujukan online nantinya melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Kesehatan, ADINKES, PERSI, ARSADA, ARSSI, ASKLIN, PB IDI, YLKI.

Dan, dalam masa transisi dan evaluasi BPJS Kesehatan bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan, PB IDI, PERSI, ADINKES, ARSADA, ARSSI dan ASKLIN akan mengawal perbaikan sistem rujukan online.

“Kami berharap, rujukan online tetap berjalan. Dalam evaluasi ini, kami melakukan penyempurnaan dan perbaikan sistem sesuai kondisi daerah masing-masing. Ini agar rujukan online lebih baik ke depannya,” ujar Octo.

Menurut Octo, dalam ujicoba ini, masyarakat teredukasi memakai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan aplikasi PCare. Selain itu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana.

Lebih lanjut Octo menjelaskan, hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem aplikasi online yang selama ini digunakan seperti P-Care di FKTP dan Vclaim FKRTL berjalan dengan baik.

FKTP juga semakin mudah dalam menentukan tujuan rujukan karena Informasi jadwal praktek dokter spesialis/subspesialis yang lebih up to date serta terdapat tanggal pilihan berkunjung ke FKRTL.

Implementasi sistem rujukan online mengacu pada regulasi Permenkes 001 tahun 2012 Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan yang dalam waktu dekat akan dilakukan perubahan oleh Kementerian Kesehatan.

“Prioritas perbaikan sistem rujukan online meliputi pembenahan kapasitas dan mapping faskes. PB IDI akan mendukung perbaikan kapasitas dalam hal penetapan waktu layanan pasien serta melengkapi kriteria kompetensi dokter spesialis/subspesialis pada data HFIS,” ujar Octo.

Octo menambahkan, mapping faskes akan didukung sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indoinesia, melalui koordinasi optimal antara BPJS Kesehatan dengan Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Sementara itu, PERSI, ARSSI dan ARSADA juga akan mendukung mensosialisasikan dan mendorong rumah sakit untuk meng-entri kapasitas rumah sakit dalam aplikasi HFIS dengan baik dan benar.

“Selama masa transisi dan evaluasi ini, proses rujukan tetap dilakukan secara online. Menggunakan aplikasi Pcare, Vclaim dan HFIS yang terkoneksi secara online,” kata Octo.

Menurut Octo, peserta masih dimungkinkan untuk dirujuk ke rumah sakit yang kelasnya lebih tinggi. Diharapkan dalam fase transisi dan evaluasi ini, penerapan rujukan online semakin kuat dan sempurna.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan