Ekonomi Makro

Kaltim Deflasi, Dampak Normalisasi Konsumsi Bahan Makanan dan Angkutan Udara

Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat mengalami deflasi sebesar -0,16%(mtm), tidak sedalam bulan sebelumnya. Kondisi Kaltim cukup berbeda dibandingkan nasional yang tecatat mengalami inflasi sebesar 0,28% (mtm).

“Deflasi Kaltim bersumber dari deflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -2,05% (mtm) dan bahan makanan sebesar -0,02% (mtm),” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Muhamad Nur, Kamis (1/11/2018).

Muhamad Nur menambahkan, pada bulan Oktober 2018, angkutan udara mengalami deflasi sebesar -16,14% (mtm). Dampak dari peningkatan tarif batas bawah maskapai penerbangan yang terjadi pada bulan Agustus 2018 telah berangsur hilang sehingga deflasi kelompok transpor cukup dalam.

“Adapun komoditas lain yang tercatat mengalami deflasi sebagian besar komoditas bahan makanan seperti bawang merah, telur ayam ras, dan cabai rawit. Masing- Masing komoditas tersebut tercatat mengalami deflasi sebesar -8,92%(mtm), -3,44%(mtm), dan -6,44% (mtm),” jelas Muhamad Nur.

Bank Indonesia mencatat deflasi bawang merah disebabkan oleh pasokan yang melimpah karena banyaknya petani yang tidak mengikuti pola tanam.

Namun demikian,beberapa komoditas tercatat masih mengalami inflasi beberapa diantaranya adalah rokok kretek filter, bensin, dan daging ayam ras.

Berdasarkan kota pembentuknya, Kota Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,24% (mtm), disebabkan oleh komoditas rokok filter. Di sisi lain, Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar -0,68%(mtm) akibat deflasi angkutan udara.

Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dan segenap stakeholder terkait yang tergabung dalam TPID terus memantau perkembangan pergerakan inflasi secara khusus dan perekonomian secara umum baik domestik maupun eksternal.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan guna mengantispasi kenaikan harga yang berkelanjutan, seperti operasi pasar maupun inspeksi mendadak ke pasar tradisional maupun modern serta memantau ketersediaan stok di pasar induk dan distributor utama.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memantau pergerakan harga secara langsung dan memastikan ketersediaan stok di masyarakat. Bank Indonesia secara konsisten akan terus melakukan asesmen terkait perkembangan perekonomian dan inflasi Kaltim terkini guna menuju sasaran inflasi akhir tahun sebesar 3,5+1% (yoy).

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan