alt
Nasional Umum

Pertamina Dukung Pemerintah Dalam Penyaluran BBM Tepat Sasaran

Samarinda – Peningkatan jumlah pengguna kendaraan bermotor di Indonesia setiap tahunnya tentunya berbanding lurus dengan angka konsumsi BBM dalam negeri. Berdasarkan data yang dirilis oleh Mabes Polri pada awal tahun 2018, jumlah kepemilikan kendaraan bermotor di Pulau Kalimantan mengalami peningkatan hingga 5,72 % per tahun dengan karakteristik pengguna yang berbeda-beda, termasuk dalam tren pemilihan bahan bakar.

Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI yang membawahi wilayah Kalimantan melakukan serangkaian program guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis BBM yang ada di Indonesia.

Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha menyatakan sesuai dengan Peraturan Presiden No 191 Tahun 2014 Pemerintah telah mengatur tiga jenis bahan bakar yakni Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi, Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dan Jenis BBM Umum (JBU). Khusus untuk JBT seperti BBM Solar, pemerintah masih mengatur kuota konsumsinya mengingat bahan bakar jenis ini masih mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Dengan bervariasinya karakteristik pemilik kendaraan bermotor, kami terus berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya memilih BBM yang tepat. Hal ini kami laksanakan guna mendukung upaya pemerintah dalam ketepatan penyaluran BBM, khususnya yang masuk dalam kategori subsidi”, kata Yudi.

Lebih lanjut Yudi menjelaskan sebagai contoh di wilayah Samarinda dan sekitarnya, penyaluran Solar berada di angka 422 KL per hari, dan jika dibandingkan dengan kuota Solar Subsidi yang diberikan Pemerintah untuk Provinsi Kalimantan Timur, realisasi penyalurannya sudah jauh melebihi kuota, yakni over sekitar 25%.

Peningkatan tersebut tentunya terjadi dikarenakan beberapa alasan, termasuk di dalamnya masih minimnya pemahaman sebagian pengguna kendaraan diesel tentang jenis BBM yang cocok digunakan, baik dari aspek ketepatan subsidi ataupun kecocokan bahan bakar dengan jenis kendaraan yang digunakan.

“Kami terus berupaya untuk menyalurkan BBM JBT sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Apabila ada dinamika di lapangan, tentunya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan mencari jalan keluar terbaik termasuk dengan penambahan angka penyaluran. Jadi tidak benar apabila ada yang menganggap ada pengurangan pasokan”, ungkap Yudi.

Terkait dengan efektifitas penyaluran BBM di lapangan, sebagai operator dalam penyaluran BBM kepada masyarakat, Pertamina terus berupaya mendukung pemerintah sebagai regulator dalam menjaga kesesuaian penyaluran BBM.

Beberapa upaya telah dilakukan seperti edukasi kepada pemilik dan pengelola SPBU serta masyarakat terkait bijak memilih BBM sesuai dengan latar belakang ekonomi maupun jenis kendaraan hingga pentingnya membeli BBM di lembaga penyalur resmi yang lebih tepat takaran dan terjamin aspek keselamatannya.

“Selain itu kami juga secara rutin melaksanakan pengecekan ke SPBU. Apabila terdapat SPBU yang dengan sengaja menjual BBM JBT kepada yang tidak berhak kami tidak ragu untuk jatuhkan sanksi. Tercatat pada TW III 2018, telah dikeluarkan 1 surat peringatan untuk SPBU yang tidak mendukung upaya kami dalam penyaluran BBM tepat sasaran”, tambah Yudi.

Tidak hanya berhenti di situ, Pertamina siap berdiskusi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait guna menemukan solusi agar penyaluran BBM lebih tepat sasaran.

Pertamina pun membuka ruang sebesar-besarnya untuk bersinergi dengan pihak terkait dalam melaksanakan sidak bersama, perumusan aturan kendaraan-kendaraan yang diijinkan menggunakan bbm subsidi, serta komitmen bersama untuk menindak tegas SPBU dan konsumen yang menyalahgunakan bbm bersubsidi.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan