Nasional Umum

Wagub Kaltim : Kami Serius Tangani Bekas Kolam Tambang

Tanjung Redeb – Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi memberi tanggapan terkait  lubang bekas tambang yang kembali menelan korban jiwa. Terbaru, Minggu (4/11/2018), korban tewas di kolam bekas tambang bernama Ari Wahyu Utomo (13), warga Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang. Pelajar salah satu SMP di Tenggarong Seberang itu menjadi korban ke-31 dari lubang tambang yang hingga saat ini masih menganga.

“Pertama-tama, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan atas nama  pribadi, saya turut berduka cita atas meninggalnya korban di kolam bekas tambang. Selanjutnya, dalam waktu segera, kami akan menindaklanjuti masalah kolam bekas tambang ini,” kata Hadi Mulyadi saat berada Tanjung Redeb untuk satu kegiatan pertemuan bersama para Camat dan 100 Kepala Kampung di Kabupaten Berau, Kamis (8/11/2018).

Langkah segera yang akan dilakukan adalah memanggil para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyikapi permasalahan ini dan memberikan solusi yang tepat agar peristiwa serupa tidak menimpa korban-korban lainnya.

“Saya perlu mendengarkan penjelasan terlebih dulu dari para kepala dinas terkait. Saya akan tanyakan seperti apa aturan tentang kolam bekas tambang ini. Kita akan lihat ketentuan mana saja yang dilanggar, sebelum kita memberi sanksi tegas kepada perusahaan-perusahaan yang telah menyebabkan korban jiwa melayang dari kolam bekas tambang mereka,” tegas Hadi dalam pers rilis dari Humas Pemprov Kaltim.

Dia juga menyebutkan kemungkinan ke depan akan dibuat ketentuan yang mengikat secara tegas seluruh perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara agar semua lubang bekas tambang ditutup pagar/kawat berduri dan dibuat papan pengumuman yang melarang masyarakat beraktifitas, apalagi berenang di kolam-kolam bekas tambang itu.

“Semua lubang tambang, tidak terkecuali. Kalau pagar kawat keliling itu urusan kecil saja bagi perusahaan tambang. Yang jelas, kami sangat serius menangani kolam bekas tambang ini,” tegasnya lagi.

Rencana pertemuan dengan para kepala dinas terkait akan dilakukan Senin pekan depan. Rencana pertemuan ini sekaligus sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Isran Noor untuk sesegera mungkin mengeluarkan Instruksi Gubernur agar perusahaan-perusahaan pertambangan menjaga dengan baik kolam-kolam bekas tambang mereka.

“Seperti arahan tegas Pak Gubernur, tidak boleh ada lagi korban ketiga puluh dua. Kita semua tidak ingin peristiwa buruk ini terjadi lagi di Kaltim,” ucap Hadi menegaskan sikap Gubernur Isran Noor terkait masalah ini.

 

Foto oleh PKS.id

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan