rokok
Gaya Hidup

Merokok Menurunkan Daya Kognitif Pada Pria

Washington (MediaNusantara.corokok) – Merokok pada pria tampaknya berkaitan dengan penurunan lebih cepat daya kognitif, demikian laporan yang disiarkan di Archives of General Psychiatry di Internet, Senin (6/2/2012).

Merokok makin diakui sebagai faktor risiko kegilaan pada orang yang berusia lanjut. Sementara itu jumlah kasus dementia di seluruh dunia, yang diperkirakan sebanyak 36 juta pada 2010, naik terus dan diproyeksikan berlipat ganda setiap 20 tahun, tulis para peneliti di dalam latar belakang studi mereka.

Severine Sabia, dari University College London, bersama rekannya menggunakan kelompok studi Whitehall II, yang dilandasi atas pegawai di British Civil Service.

Mereka mengkaji hubungan antara sejarah merokok dan penurunan daya kognitif pada masa peralihan dari usia menengah ke usia tua. Datanya diperoleh dari 5.099 pria dan 2.137 wanita, dengan usia sasaran 56 tahun pada penilaian pertama daya kognitif.

Para peneliti tersebut menganalisis data dengan menggunakan enam penilaian status merokok selama lebih dari 25 tahun dan tiga penilaian kognitif selama lebih dari 10 tahun.

Mereka menyatakan analisis mereka menyajikan empat temuan penting, demikian laporan Xinhua –yang dipantau dari Jakarta, Selasa.

Para peneliti itu menyatakan merokok pada pria berkaitan dengan penurunan lebih cepat daya kognitif dan pria yang terus merokok selama masa penelitian lanjutan mengalami penurunan lebih besar dalam semua tes kognitif.

Selain itu, pria yang berhenti merokok dalam 10 tahun sebelum pengukuran pertama daya kognitif mereka masih menghadapi risiko lebih besar penurunan daya kognitif, terutama pada fungsi pelaksana.

Namun, perokok jangka panjang tak memperlihatkan penurunan daya kognitif.

“Akhirnya, hasil kami memperlihatkan hubungan antara merokok dan daya kognitif, terutama pada pria yang berusia lebih tua, tampaknya telah terbenam akibat risiko kematian yang lebih besar dan perokok yang mengundurkan diri,” demikian komentar para peneliti itu.

Mereka juga menyatakan hasil mereka tak memperlihatkan kaitan antara merokok dan penurunan daya kognitif pada perempuan, meskipun alasan yang mempengaruhinya tetap tidak jelas.

Para peneliti tersebut menyampaikan satu penjelasan bagi perbedaan jenis kelamin yang mereka teliti mungkin ialah jumlah tembakau yang lebih banyak yang dihisap oleh pria.
Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan