alt
Bisnis

Sumsel Buka Peluang Investasi

alt

Palembang (Medianusantara.co)  Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Alex Noerdin memaparkan peluang investasi di Sumsel sekaligus mengundang para investor datang langsung untuk membuktikannya.

Undangan tersebut disampaikannya ketika menjadi salah satu pembicara di depan peserta seminar bertajuk Membuka Potensi Batu Bara di Sumatera yang diselenggarakan oleh Petromindo di Hotel Marriott Kompleks Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (8/2).

Seminar yang diikuti para pelaku usaha di bidang pertambangan ini juga menampilkan pembicara Kepala Badan Geologi DR Sukhyar dan Staf Ahli Menteri ESDM DR M Lobobalia.

Alex menjelaskan, potensi batu bara Sumsel yang memiliki deposit 40 persen lebih cadangan nasional ini belum dilakukan eksplorasi secara besar-besaran karena masih terkendala infrastruktur penunjang seperti pelabuhan dan sarana angkutan.

Karena itu, lanjutnya, saat ini Sumsel tengah membangun Pelabuhan Samudera Tanjung Api Api yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). 

Dengan demikian di kawasan Tanjung Api Api ini juga dibangun pusat-pusat industri yang akan membuka peluang investasi sangat besar.

“Dalam waktu dekat juga akan dibangun rel kereta api double track sepanjang 270 Km untuk angkutan batu bara dari pusat pertambangan di Tanjungenim hingga Tanjung Api Api,” terangnya.

Pada kesempatan itu Alex juga menyampaikan sejumlah potensi alam yang belum tergarap maksimal di wilayah Sumsel. Selain batu bara, masih ada gas, minyak bumi dan panas pumi.

Menurutnya, Indonesia memiliki panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika. 70 panas bumi Indonesia itu ada di Kecamatan Rantau Dedap, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Lebih jauh dijelaskan, Sumsel merupakan salah satu daerah tujuan investasi yang menjanjikan karena iklim ivestasi yang baik dengan ditunjang kondisi keamanan yang cukup kondusif.

Tidak hanya itu, saat ini Sumsel masuk dalam urutan kedua setelah Jawa Timur dalam Region Champion dan hingga tahun 2011 sudah tujuh investor yang melakukan kerjasama dengan nilai investasi 11,5 Triliun Rupiah. 

“Kita juga tengah menggagas pembangunan Higway Sumatera mulai dari Bandar Lampung hingga Aceh,” pungkasnya.

Sementara itu Staf Ahli Menteri ESDM DR M Lobobalia mengatakan, Indonesia saat ini masih menempati urutan pertama di dunia pada ekspor batu bara. Karena itu, untuk mengembangkan potensi sumber daya alam di sejumlah daerah, termasuk Sumsel, perlu dibangun infrastruktur yang memadai mulai dari pelabuhan, rel kereta api, dan fasilitas penunjang lainnya.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan