Hukum

Pencucian Uang Narkotika Pakai Jasa Money Changer

Jakarta (Medianusantara.co) Badan Narkotika Nasional mencurigai pencucian uang dalam kasus narkotika di Indonesia dilakukan melalui jasa money changer. Hal itu diungkapkan Benny Mamoto, Deputi Tindak dan Kejar Badan Narkotika Nasional (BNN) saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba seberat 12 kg di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2012).

Pasalnya, dalam setiap pengungkapan kasus narkotika, Pihaknya melakukan pengembangan terperinci hingga sindikat jaringan narkotika terbukti kerap melakukan pencucian uang dengan menggunakan jasa money changer untuk menghilangkan jejak tindak pidana mereka.

“Money changer resmi yang terlibat, rata-rata tidak melakukan pengawasan yang cermat, seharusnya dia mesti tanya uang ini dari mana, ke mana, identitas nasabah, dan sebagainya, tapi mereka tidak melakukan itu,” ujar Benny.

Sebagai salah satu contoh, BNN baru saja meringkus 5 tersangka tindak pidana narkotika, yaitu A, MY, AN, H, dan IS. Dari IS, petugas menemukan 349 bukti transaksi narkoba yang dilakukan para tersangka, terutama tersangka A untuk membeli sabu kepada M melalui rekening IS.

Selama bulan Januari 2012 tersangka A sudah melakukan tiga kali transaksi dengan dua rekening berbeda, yakni tanggal 4, 6, dan 9 Januari 2012, dengan total transaksi Rp 410 juta. Sementara, IS diketahui merupakan direktur PT Maulana Traders, perusahaan money changer yang berdiri pada 2009, dengan dimodali oleh MM, seorang WN Malaysia. “Setiap bulan, IS mendapat gaji sebesar Rp 5 juta,” ujar Benny.

Seperti diberitakan, sabu seberat 12 kg asal Iran menuju Malaysia dan Indonesia sebagai negara tujuan, yang diangkut dalam truk dari Medan, Sumatera Utara, berhasil disita BNN pada Rabu (1/2/2012) lalu. Barang bukti ini disita dari tersangka A dan MY yang ditangkap petugas di Jalan Raya Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Kecamatan Jelambar, Jakarta Barat.

Dari keterangan tersangka, barang haram ini didapat dari M yang tinggal di Medan dan dititipkan kepada seorang sopir berinisial AN alias D dan kernetnya H untuk dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada A. Selain barang bukti sabu seberat 12.192,3 gram, petugas BNN turut menyita barang bukti lain berupa tiga buah telepon seluler, dua buah dompet, 137 lembar uang pecahan Rp 50 ribu, enam lembar uang pecahan Rp 10 ribu, dua lembar uang pecahan Rp 5 ribu, satu unit truk Fuso, dua buah SIM B, satu buah SIM C dan 349 lembar bukti transaksi yang dilakukan tersangka dari berbagai bank.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka terancam Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 132 dan Pasal 137 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan