Eropa

Rusia Ujikan Vaksin HIV

Jakarta (ANTARA News) – Dapatkah infeksi virus HIV dicegah? Ini merupakah pertanyaan yang jawabannya yang akan dicari oleh Pusat Virologi dan Bioteknologi Vektor di Rusia. Negara itu dilaporkan telah mendanai pusat penelitian itu yang mencoba membuat vaksin yang dapat memproduksi antibodi yang kuat (antigen).

“Kami dengan sukses telah menyelesaikan tahap pertama dari percobaan klinis dari vaksin HIV,” Ujar  pimpinan lembaga itu, Alexander Sergeyev seperti dilansir ANTARA. Vaksin itu kini menunggu persetujuan untuk diuji pada tahap kedua.

Pusat itu sebelumnya mengatakan, mereka telah mengembangkan salah satu dari yang terkuat dan paling mutakhir dari vaksin HIV yang ada di dunia. Jika tahapan pengujian itu berhasil dan sukses, hal itu akan menjadi harapan baru bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS yang penyembuhnya belum ditemukan hingga saat ini.

Pada 1 november, Russia tercatat memiliki 636.979 kasus HIV yang catatannya telah dimulai pada 1987. Jumlahnya hampir dua kali lipat sejak 2006. Sebanyak 104,257 pasien HIV meninggal dunia.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan atau melumpuhkan fungsinya, infeksi virus itu menyebabkan kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh, melemahkan kemampuan tubuh untuk menangkal infeksi dan penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) mengacu pada tahap lanjutan dari infeksi HIV.

Menurut WHO , jumlah orang yang hidup dengan HIV terus meningkat hingga mencapai 33.3 juta orang di tahun 2009 dengan 2.6 juta infeksi batu dan 1.8 juta hidup dengan digerogoti virus itu.

HIV/AIDS menyisakan tantangan yang signifikan bagi dunia, terutama pada negara dengan pendapatan menengah hingga rendah.Sekitar 10 juta orang diseluruh dunia terinfeksi dengan HIV dan tak memiliki akses untuk pelayanan kesehatan yang memadai.

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan