alt
Makro

Indonesia Promosi Pariwisata di Venlo World Expo Floriade 2012

alt

Jakarta (Media Nusantara.co) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berpartisipasi pada Venlo World Expo Floriade 2012 di Venlo, Limburg, Belanda dengan nilai sewa lahan 2,3 juta Euro.

“Kegiatan berlangsung 4 April-7 Oktober 2012 di Venlo, Provinsi Limburg, Belanda dengan target pengunjung 2 juta orang selama 6 bulan pameran,” jelas Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Kemenpar, Selasa (14/02).

Menurut dia, Floriade merupakan event yang dibuat 10 tahunan di Belanda dan lokasinya dekat perbatasan Jerman dan Belgia sehingga promosinya efektif untuk menjaring kunjungan wisman dari Eropa khususnya ke tiga negara itu.

Indonesia akan berpartisipasi membuat paviliun di arena expo yang luasnya mencapai 66 hektare dan diikuti 40 negara termasuk negara-negara pesaing RI seperti Thailand, China dan Jepang, terutama untuk agro wisata.

“Sedikitnya ada 11 target yang ingin dicapai dengan keikutsertaan di World Expo Floriade 2012 ini selain pencitraan dan meningkatkan persahabatan kedua negara,” kata Sapta.

Tujuan lainnya adalah diplomasi seni dan budaya Indonesia, kampanye kepedulian Indonesia terhadap lingkungan, menarik investasi dan perdagangan, promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, promosi hasil industri pertanian, kehutanan dan perkebunan serta meningkatkan pemasaran.

Paviliun Indonesia diwakili miniatur Candi Borobudur, Rumah Betawi, Rumah Jineng, Joglo dan Jungle Fome yang sudah selesai. Menurut rencana juga akan dibangun rumah tradisional Lombok, Kalimantan Timur, Toraja, NAD dan Maluku.

Menyinggung pendanaan, Sapta mengatakan pelaksana penyelenggara adalah usaha swasta yang menggandeng sejumlah sponsor a.l Pertamina, BRI dan Kemenparekraf sendiri  memfasilitasi dengan biaya promosi dan acara  kesenian serta pelayanan spa.

Ling Wardah, Marketing Director kegiatan Floriade ini mengatakan dukungan pemerintah daerah juga baik mengingat kegiatan Floriade untuk kepentingan Tourim Trade and Investment.

“Pemprov Nusa Tenggara Barat misalnya di event ini mencari investor untuk kereta gantung. Kaltim ingin ada investor untuk urusan drainase, waduk air,” kata Ling.

Belanda dan Jerman merupakan pasar potensial bagi pariwisata Indonesia untuk wilayah Eropa. Tahun lalu 91. 753 wisatawan Belanda berkunjung ke Indonesia dan sebanyak  75.937 turis Jerman.

Sementara wisman Belanda dan Jerman yang berwisata ke Indonesia pada 2010 masing-masing 85, 17 juta dan 18, 38 juta. Jumlah mereka yang datang ke Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh 10%. (Bisnis Indonesia)
Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan