alt
Timur Tengah

Israel akan Halangi Misi PBB Selidiki Aktivitas Permukiman di Wilayah Pendudukan

altMediaNusantara.Co – Pemerintah Israel bermaksud menghalangi misi PBB untuk menyelidiki kegiatan permukiman di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

Israel mengatakan tidak akan bekerja sama dengan misi pencari fakta Dewan HAM PBB yang berencana menyelidiki pengaruh-pengaruh permukiman Yahudi terhadap hak-hak sipil warga Palestina.

Wakil Menteri Luar Negeri Danny Ayalon mengatakan kepada Radio Israel bahwa pemerintah Israel tidak akan mengizinkan delegasi PBB memasuki negara itu.

Ayalon mengatakan Dewan HAM PBB itu seharusnya melindungi hak-hak azasi manusia, tetapi katanya ini adalah “misi politik” untuk mengecam Israel dan hasilnya sudah diketahui lebih dulu.

Pada sidang kabinet mingguan di Jerusalem, para pejabat Israel menyatakan kemarahan pada Otorita Palestina, yang mensponsori prakarsa itu di PBB.

Menteri Keuangan Yuval Steinitz mengatakan bahwa apabila Palestina melancarkan perang diplomasi terhadap Israel, upaya itu akan mengakibatkan sanksi-sanksi ekonomi.

Israel sedang mempertimbangkan kebijakan keras yang telah diberlakukan pada masa silam, yaitu menahan ratusan juta dolar pendapatan pajak Otorita Palestina.

Palestina mengatakan aksi PBB perlu karena kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat menghancurkan prospek pemecahan dua negara. Menteri Luar Negeri Riyad al-Maliki mengatakan, “Israel menghancurkan kesempatan perdamaian dan dimulainya lagi perundingan. Israel harus membekukan permukiman agar perundingan yang berhasil dan konstruktif bisa dimulai lagi.”

Israel menampik tuntutan Palestina mengenai pembekuan permukiman dan mengatakan pembicaraan perdamaian harus dimulai lagi tanpa persyaratan. Para juru runding internasional gagal menjembatani kesenjangan itu, dan perselisihan mengenai misi PBB itu hanya memperkuat kebuntuan yang telah berlangsung tiga tahun dalam proses perdamaian itu. (VOA)

Media Nusantara
Kami berusaha menyediakan informasi untuk semua kalangan baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, karyawan, politikus maupun pengusaha, karena kami sadar bahwa kebutuhan informasi dirasakan semua kalangan pada era globalisasi seperti ini.

Tinggalkan Balasan