Rupiah (Foto: Okezone)




JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 34 poin atau sekitar 0,19 persen ke level Rp18.014 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu 8 Juli 2026..

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipicu serangan AS terhadap Iran.

“Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan telah memulai serangkaian serangan terhadap Iran, yang bertujuan untuk memberikan apa yang digambarkan sebagai ‘biaya berat’ atas serangan Teheran terhadap pelayaran komersial,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Berikut fakta-fakta Rupiah Anjlok ke 18.000 yang dirangkum Okezone, Minggu (12/7/2026).

1. Eskalasi di Selat Hormuz

Eskalasi yang terus berlanjut memunculkan masalah pelayaran yang lebih besar di Selat Hormuz, sehingga memicu kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah.

Serangan tersebut juga terjadi tak lama setelah AS menarik konsesi penting yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak secara internasional, sebuah langkah yang menandai pasar minyak lebih ketat dalam beberapa pekan mendatang. 

2. Iran Serang Kapal

Sebelumnya, Iran dilaporkan telah menyerang kapal-kapal yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz pekan ini, meningkatkan ketegangan dengan AS dan memicu lebih banyak ketidakpastian tentang status jalur air penting tersebut.

 

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version