Close Menu
    What's Hot

    Nasabah Bisa Dapat Pinjaman dari Banyak Pindar, OJK Ingatkan Ini

    October 8, 2026

    Indonesia Punya Coffee Shop Terbanyak di Dunia, Ini Daftarnya

    October 8, 2026

    Temuan Istana Kuno di Afrika, Diduga Pencakar Langit Pertama di Dunia

    October 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home Ā» 5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha
    Uncategorized

    5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha

    adminBy adminSeptember 16, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Era 1990-an sering dianggap masa yang seru, bebas, dan penuh nostalgia. Banyak orang tua gen X dan Milenial mengenangnya sebagai zaman yang serba apa adanya karena belum ada ponsel pintar dan media sosial.

    Oleh karena itu, tak sedikit yang ingin memperkenalkan nuansa masa kecil mereka kepada gen Alpha. Namun, Namun tak semua ‘hikmah’ dari era tersebut bisa dipetik dan layak diwariskan.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ada beberapa pola pikir dan kebiasaan lama yang justru sebaiknya ditinggalkan agar gen Alpha tumbuh dengan lebih sehat, aman, dan memiliki emosi lebih stabil. Apa saja itu?

    1. ‘Pulang sebelum Magrib’ dianggap sebagai kebebasan

    Banyak orang rindu masa kecil saat bermain bebas bersama teman lalu pulang hanya ketika matahari mulai terbenam atau sudah waktunya salat Magrib. Gambaran ini memang terdengar menyenangkan, seolah anak-anak di era 90-an lebih mandiri dan kreatif.

    Namun kenyataannya, menurut laman Parents, tidak semua anak punya lingkungan yang aman untuk dibiarkan berkeliaran di luar rumah. Ini sama saja dengan bentuk pengabaian dan kurangnya pengawasan.

    Untuk gen Alpha, kebebasan tetap penting, tetapi harus dibarengi rasa aman, batasan, dan pendampingan yang jelas.

    2. Komentar soal tubuh dianggap hal biasa

    Di tahun 90-an, komentar tentang bentuk tubuh, berat badan, atau penampilan sering dianggap wajar. Bahkan orang dewasa seperti keluarga atau guru kerap memberi komentar yang terdengar ‘sepele’ itu.

    Padahal, komentar seperti itu bisa menempel lama di pikiran anak dan memengaruhi rasa percaya diri mereka. Saat ini, anak-anak jauh lebih terpapar dengan perbandingan lewat media sosial. Jadi, menambah tekanan lewat komentar tubuh justru memperburuk situasi.

    3. Perundungan dianggap menguatkan mental anak

    Dulu, anak yang dirundung sering diminta untuk “tahan saja,” “lawan saja,” atau “jangan manja.” Seolah-olah perundungan adalah proses normal yang harus dilewati semua orang.

    Sayangnya, pandangan ini sangat berbahaya. Kini kita tahu perundungan bisa meninggalkan luka psikologis yang panjang, bahkan terbawa hingga dewasa. Apalagi di era digital, perundungan bisa makin intens di ruang maya.

    4. Emosi harus dikendalikan, bukan dibicarakan

    Banyak anak 90-an tumbuh dengan pesan mereka harus kuat, tidak boleh terlalu sedih, dan jangan banyak bicara soal perasaan. Akibatnya, emosi sering dipendam dan baru disadari dampaknya saat sudah dewasa.

    Sekarang, pembicaraan soal kesehatan mental sudah jauh lebih terbuka. Anak-anak perlu tahu kalau menangis, bercerita, dan meminta bantuan bukan tanda lemah. Justru itulah cara sehat untuk mengelola emosi.

    Kepada gen Alpha, orang tua perlu mengajarkan keterampilan mengenali dan mengungkapkan perasaan sejak dini agar mereka tumbuh lebih stabil secara mental.

    5. Mengabaikan parental guide

    Menurut Romper, di tahun 90-an banyak orang tua tidak terlalu memperhatikan peringatan atau parental guide pada film, lagu, dan berbagai jenis budaya pop lainnya.

    Anak-anak bisa menonton film dewasa atau ikut menyanyikan lagu dengan lirik yang sebenarnya tidak sesuai usia, misalnya berkonotasi seksual. Saat itu, akses informasi memang belum semudah sekarang.

    Kini keadaannya berbeda. Kita bisa mengecek lirik lagu secara daring tanpa harus menunggunya muncul di majalah atau tabloid mingguan.

    Ada banyak pula aplikasi parental control, bahkan sejumlah platform besar sudah menyediakan opsi tersebut. Jadi, konsumsi anak terhadap budaya pop bisa lebih dipantau.

    Jadi, tidak semua yang datang dari masa lalu harus diteruskan. Ada bagian dari era 1990-an yang indah untuk dikenang, tetapi ada juga yang sebaiknya berhenti menjadi pola parenting Anda.

    Saat membesarkan gen alpha, orang tua perlu memilih mana yang masih relevan dan mana yang justru berisiko. Dengan begitu, warisan dari generasi pendahulu bukan kebiasaan buruknya, melainkan pelajaran untuk menjadi lebih bijak.

    (rti)





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleJensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI
    Next Article Suahasil Perintahkan Bea Cukai Terus Menggempur Peredaran Rokok Ilegal
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    Nasabah Bisa Dapat Pinjaman dari Banyak Pindar, OJK Ingatkan Ini

    October 8, 2026
    Uncategorized

    Indonesia Punya Coffee Shop Terbanyak di Dunia, Ini Daftarnya

    October 8, 2026
    Uncategorized

    Punya Cadangan Batu Bara No.1 di Dunia, Tapi AS Tetap Beli dari Luar

    October 7, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Uncategorized

    Nasabah Bisa Dapat Pinjaman dari Banyak Pindar, OJK Ingatkan Ini

    adminOctober 8, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperbolehkan nasabah memperoleh pinjaman di lebih dari…

    Indonesia Punya Coffee Shop Terbanyak di Dunia, Ini Daftarnya

    October 8, 2026

    Temuan Istana Kuno di Afrika, Diduga Pencakar Langit Pertama di Dunia

    October 8, 2026
    Top Trending
    Uncategorized

    Nasabah Bisa Dapat Pinjaman dari Banyak Pindar, OJK Ingatkan Ini

    adminOctober 8, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperbolehkan nasabah memperoleh pinjaman…

    Uncategorized

    Indonesia Punya Coffee Shop Terbanyak di Dunia, Ini Daftarnya

    adminOctober 8, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi…

    Teknologi

    Temuan Istana Kuno di Afrika, Diduga Pencakar Langit Pertama di Dunia

    karinaOctober 8, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — TimĀ arkeolog dan teknik sipil dari Jerman meneliti kembali…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Video: Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang II Resmi Beroperasi

    June 9, 202639 Views

    Disaksikan Prabowo, Purbaya Terima Uang Rp10,2 Triliun dari Jaksa Agung Hasil Denda Satgas PKH : Okezone Economy

    May 13, 202639 Views

    KSOP Labuan Bajo Larang Wisata Bahari Usai Gelombang Capai 2,1 Meter

    May 23, 202637 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.